Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Jum'at, 25 Juli 2008 | 13:55 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:

United Nation Development Programme (UNDP) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Harry Seldadyo (UNDP) mengingatkan pemerintah pusat untuk lebih berhati-hati dalam memekarkan sebuah daerah otonomi baru.

"Alasannya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa daerah-daerah pemekaran kondisinya justru lebih buruk dari daerah induk," kata Harry Seldadyo, Koordinator tim peneliti UNDP.

Studi dilakukan di enam enam provinsi dan 72 kabupaten/kota. Di dalamnya terpilih 10 Kabupaten Induk, 10 Kabupaten daerah otonomi baru dan enam daerah kontrol.
Studi ini melihat hasil dari daerah pemekaran di bidang ekonomi, keuangan daerah, pelayanan publik dan aparatur pemerintah daerah selama periode 2001- 2007.

Hasilnya, setelah lima tahun dimekarkan, kondisi daerah otonom baru masih berada di bawah kondisi daerah induk dan daerah kontrol. Penduduk miskin menjadi terkonsentrasi di daerah otonomi baru. Daerah otonom memiliki Keterbatasan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Berdasarkan fakta tersebut, UNDP dan Bappenas meminta kepada pemerintah menghentikan sementara pembentukan daerah otonomi baru sampai terlaksananya evaluasi menyeluruh terhadap provinsi dan kabupaten hasil pemekaran 10 tahun terakhir.

Direktorat Otonomi Daerah Deputi Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Daryll Ichwan Akmal mengatakan maraknya pemekaran provinsi dan kabupaten baru sejak tahun 1999 disebabkan karena adanya sentiment
etnis, "Ingin mendapatkan dana alokasi umum dan dana alokasi khusus dalam jumlah yang lebih besar," ujarnya.

Saat ini terdapat 27 calon kabupaten baru yang diusulkan DPR RI dan telah mendapat tangapan dari presiden. "27 calon kabupaten baru tersebut, 12 diantaranya diusulkan akhir 2007 dan 15 calon kabupaten lainnya baru diusulkan tahun 2008 ini," katanya.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang, David Pandie, mengatakan, sampai pertengahan 2008, di Indonesia, jumlah daerah otonomi 504 yang terdiri dari 33 provinsi, 376 kabupaten dan 95 kota.

Jems De Fortuna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129011 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data