|
Solar dan Premium Langka, Manggarai Barat Lumpuh
Senin, 21 Juli 2008 | 14:47 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Aktivitas masyarakat Kabupaten Manggarai Barat lumpuh total setelah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium langka dalam empat hari terakhir.
Aktivitas di beberapa instansi pemerintah serta kegiatan belajar-mengajar di sejumlah sekolah di Labuan Bajo terhenti karena transportasi umum dalam kota berhenti total.
Masyarakat memilih berjalan kaki akibat harga premium eceran mencapai Rp 30.000 per liter atau mengalami kenaikan 500 persen dari harga sebelumnya. Hingga hari ini dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yaitu SPBU Haji Jafar Ali Rawi dan Premium Solar Packed Dealer Prundi ditutup pemiliknya disertai pengumuman "BBM habis".
Meski demikian, para pemilik kendaraan, khususnya angkutan umum dalam kota, memilih untuk memarkir kendaraannya di kedua SPBU tersebut. "Sudah empat hari sopir dan kondektur bermalam di SPBU. Mereka akan terus menanti sampai Pertamina mendistribusikan BBM SPBU tersebut," kata Mahmud Jawas, salah seorang pengusaha angkutan kota di Labuan Bajo, Senin pagi.
Kelangkaan BBM tersebut berdampak pada pelayanan para wisatawan asing yang ingin melancong ke Taman Nasional Komodo maupun Taman Laut Riung. Pasalnya, puluhan perahu motor dan speedboat yang biasanya disewakan kepada para wisatawan asing berhenti beroperasi.
Selain itu, ratusan nelayan memilih untuk melabuhkan perahunya karena kehabisan solar. "Saya sudah tiga hari tidak melaut. Saya tidak tahu kapan krisis BBM ini akan berakhir," kata Mansyur, salah satu nelayan.
Pemilik SPBU Haji Jafar Ali Rawi, Muhamad Haji Jafar, mengatakan kelangkaan BBM yang terjadi saat ini akibat stok yang tersedia di Depot Reo belum stabil. Kepala Unit Pemasaran V Pertamina Kupang, Viktor Lumbangaol, yang dihubungi di Kupang, tidak berada di tempat.
jems de fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|