|
PKS NTB Minta Dukungan kepada Yudhoyono-Kalla Ditinjau
Rabu, 19 Oktober 2005 | 12:20 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Haji Muharrar Mahfudz menyesalkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla karena tidak bersedia menunda kenaikan harga BBM setelah lebara.
Kebijakan yang membuat sulit kehidupan ekonomi masyarakat miskin itu, merupakan ganjalan kebersamaan PKS dengan Yudhoyono-Kalla. Karena itu ia menyarankan perlunya meninjau kembali dukungan pada sidang majelis syuro PKS 26 November. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap tiga kementerian yang dipercayakan kepada kader PKS.
"Usulan pencabutan itu didasari opsi PKS yang ditolak," kata Muharrar kepada Tempo di ruang kerja Komisi E DPRD NTB, Rabu (19/10). PKS mengusulkan kenaikan harga BBM ditunda 3-4 bulan sambil menunggu perbaikan ekonomi masyarakat.
Sambil menunggu perbaikan ekonomi masyarakat, PKS juga mengusulkan agar pemerintah mengurangi anggaran beberapa departemen yang diperhitungkan bisa mencukupi kebutuhan tanpa kenaikan harga BBM.
Tetapi DPW PKS NTB yang dipimpinnya, masih menunggu keputusan sidang Majelis Syuro sebagai lembaga tertinggi partai dan keadaan situasi pemberian subsidi langsung tunai kepada rakyat miskin. Tidak validnya data warga miskin membuat warga menjadi beringas merusak kantor desa. "Sangat disayangkan terjadi di bulan puasa," katanya.
Supriyantho Khafid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|