|
DPRD Tolak ATM Kondom di Mataram
Selasa, 19 Juli 2005 | 14:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: DPRD Nusa Tenggara Barat secara resmi menolak kehadiran anjungan tuna mandiri kondom yang kini telah beroperasi di RSU Bhayangkara, kepolisian daerah setempat.
Penolakan disampaikan saat dengar pendapat antara Komisi E dan Kantor Wilayah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional NTB di, Selasa (19/7) siang.
"Lebih besar mudharatnya daripada manfaatnya. Selain itu, ATM kondom di Lombok dan NTB, tidak tepat sasaran," kata Mursin, Wakil Ketua Komisi E, di kantornya.
Untuk mendapatkan kondom di ATM, cukup masukkan tiga uang logam recehan Rp 500S. Satu pak kondom berisi tiga saset akan keluar secara otomatis. Tersedia dalam tiga pilihan rasa, yakni strawberry, vanilla, dan cokelat. Merek yang dijual adalah Superior Dynasty, dengan cap lingkaran KB berwarna biru di bungkusnya.
ATM kondom di Mataram ini merupakan yang ketujuh di seluruh Indonesia. Para anggota komisi menyatakan prihatin atas kehadiran ATM kondom yang dinilai tidak melalui koordinasi. "Kok tiba-tiba muncul. Ini akan mendatangkan persoalan baru," kata Anwar Ma'arif.
Komisi E memberi batas waktu selama satu pekan kepada BKKBN untuk mencabut ATM kondom itu. Jika tidak, DPRD NTB menyatakan "tidak bertanggung jawab jika
kemudian ada aksi demo penolakan secara besar-besaran".
Kepala Kanwil BKKBN NTB Lalu Burhan mengatakan, ATM kondom itu instruksi dari pusat. Acuannya, yaitu kesepakatan internasional tentang pelaksanaan Program Keluarga Berencana. "Agar pria dapat berpartisipasi dalam program KB," tuturnya. Sujatmiko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|