|
BOS NTB belum Menyentuh Anak-anak Nelayan
Jum'at, 08 Juli 2005 | 13:51 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Sedikitnya 120 nelayan yang mengajak anak-anaknya menggelar aksi demo di kantor Gubernur NTB, di Mataram, Jumat (8/7) siang. Mereka menuntut persamaan dan pemerataan sekolah gratis yang ternyata belum dinikmati keluarga nelayan.
Dalam aksinya, para nelayan ini mengutip edaran resmi
yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Olah Raga
(Dikpora) NTB, tentang dana Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) bagi seluruh murid SD dan SMP (negeri
dan swasta berikut Madrasah Ibtidaiyah/Tsanawiyah) di
NTB yang mendapat bantuan senilai Rp 108 miliar (dari
APBN) untuk satu semester (Juli hingga Desember 2005.
Tapi kenyataannya, bantuan tersebut belum banyak
menyentuh para anak-anak nelayan yang tersebar di
Lombok. "Sekadar tahu, dana itu sama sekali tidak
tersentuh untuk kami. Bahkan anak kami terpaksa keluar
dari sekolah karena tidak ada biaya,"kata Jumnah,
nelayan asal Pondok Perasi, Ampenan, Mataram.
Selain berorasi, para nelayan yang didukung oleh
Aliansi Masyarakat Pesisir Indonesia (AMAPI) NTB,
mereka juga membagi-bagikan selebaran. Isinya,
pemerintah untuk secepatnya merealisasikan rencana
biaya gratis bagi siswa. Kedua, memprioritaskan biaya
gratis untuk para nelayan dan petani miskin. "Juga
minta agar siswa SD dna SMP yang putus sekolah diberi
kelonggaran untuk bisa kembali sekolah,"ujar Sekretaris AMAPI NTB, Musdah Harjuna.
Para nelayan itu, berangkat dari kampung nelayan di
Pondok Perasi dan kampung Bintaro Jaya. Kedua kampung
itu, beberapa waktu lalu terkena musibah banjir akibat tanggul di bibir pantai jebol diterjang ombak. Nelauan berksempatan berunjuk rasa, karena kesulitan melaut akibat langkanya BBM.
Para demonstrans berangkat dengan naik cidomo, kendaraan
tradisional seperti dokar, dari Pondok Perasi ke
Kantor Gubernur NTB yang berjarak sekitar 6 kilometer.
Setelah datang di kantor Gubernur NTB, para nelayan
itu sempat dihadang oleh puluhan anggota Polisi Pamong
Praja. Setelah sempat terjadi adu mulut, akhirnya pemerintah daerah NTB akhirnya mau menerima.
Dalam dialog antara nelayan dengan jurubicara Pemda NTB, Lalu Gita Aryadi, mereka minta agar pemerintah memfokuskan bantuan pendidikan khusus untuk anak-anak nelayan yang putus sekolah. Sebab, meski ada bantuan pendidikan gratis, sebagian besar banyak dinikmati oleh keluarga siswa yang secara ekonomi mapan. "Tidak ada gunanya jika bantuan itu hanya untuk orang berduit. Mestinya bantuan diproiritaskan untuk keluarga kami," kata Musdah.
Para nelayan itu mengancam, jika tidak terealisasi, akan menggelar demo menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Yudhoyono,
dijadwalkan akan mengunjungi NTB, pada Senin (11/7).
Kunjungan kerja Presiden SBY, di antaranya untuk
memantau kerja tim penanggulangan busung lapar di
propinsi tersebut.
Sujatmiko dan Supriyanto Khafid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|