|
BOS Bayari Sekolah Siswa di NTB
Sabtu, 02 Juli 2005 | 13:56 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Sebanyak 685.241 siswa SD dan SMP (termasuk madrasah negeri swasta) seluruh NTB akan mendapatkan bantuan pendidikan gratis atau disebut Biaya Operasional Sekolah (BOS). Dananya berasal dari kompensasi BBM sebesar Rp 108 miliar untuk jangka waktu selama enam bulan dari Juli hingga Desember 2005 ini.
Plafonnya, untuk siswa Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 19.000 per bulan persiswa. Sedangkan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 27.000 perbulan persiswa. Sedangkan di NTB jumlah SD sebanyak 549.574 anak dan siswa SMP sebanyak 135.667 siswa atau total 685.241 siswa baik negeri swasta plus madrasah.
Menurut Zaini Arony, Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga NTB, para siswa itu, tak terkecuali yang miskin dan kaya, semua akan mendapatkan bantuan dari program BOS. Sedangkan bantuan pendidikan itu akan disalurkan ke tiap-tiap sekolah SD seluruh NTB sebanyak 2.915 dan SMP seluruh NTB sebanyak 339. "Sudah kami kalkulasikan,"
katanya, disela rapat koordinasi seluruh pengelola SD, SMP dan SMA seluruh NTB di Mataram, Sabtu (2/6) siang.
Zaini Arony menyebutkan, persiapan program BOS ini, pihaknya telah membuat petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis saluran bantuan itu. Misalnya, para sekolah diharapkan menyetorkan jumlah akhir siswa-siswa yang aktif. Setidaknya, jumlah itu penting untuk menentukan berapa bantuan yang disalurkan. "Ibarat PNS, berapa plafon dana dari pusat yang akan turun. Demikian jumlah siswa yang mendapat jatah bantuan,"katanya.
Dengan adanya bantuan gratis pendidikan di SD dan SMP, Zaini Arony berharap tidak akan ada lagi biaya pendidikan sekolah. Tapi, jika misalnya di sekolah tetap ada bantuan pendidikan, seperti seragam, paket pembelian buku, praktek dan segalanya, pihak sekolah bersangkutan untuk menguranginya.
Misalnya untuk siswa SMP dimana plafon bantuannya sebesar Rp 27.000 perbulan, maka tinggal dikurangi berapa kesepakatan komite sekolah menarik biaya pendidikan perbulannya. "Saya contohkan di Mataram ada sekolah cukup maju dengan biaya Rp 50.000 perbulan. Maka jumlah itu dikurangi Rp 27.000 perbulan atau hanya menambah Rp 23.000 perbulannya,"ujarnya.
Sujatmiko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|