|
Massa Menggeruduk KPUD Minta Pilkada Mataram Diulang
Sabtu, 02 Juli 2005 | 13:47 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Sedikitnya 500 orang yang menamakan Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Demokrasi mengepung kantor KPUD Mataram dikepung massa, Sabtu (2/7) siang. Mereka meminta dilakukan pilkada ulang, karena terjadi banyak kecurangan.
Massa sebanyak itu jauh dari perkiraan polisi yang
awalnya menerima informasi akan datang sebanyak 1500
orang dari pelbagai tempat di Mataram. Mereka sebagian
mengatasnamakan massa pendukung Ridwan-Willgo,
pasangan Bakri-Ari dan pasangan Joko-Prajendra, tiga
pasangan yang kalah.
Massa datang secara bergelombang. Polisi telah
mengansipasi dengan memblokir Jl. Panca Warga tempat
berkantornya KPUD Kota Mataram. Sebanyak 13 truk yang
mengangkut para pendemo dicegat polisi dan tidak
diperbolehkan melintas di jalan. Akhirnya massa
pendemo jalan kaki sepanjang 300 meter untuk menuju
kantor KPUD Mataram.
Tampak polisi memperketat penjagaan. Water cannon parkir di depan kantor KPUD Mataram. Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dan Dalmas Polres Mataram dan Polda NTB memblokir kantor KPUD. Bahkan polisi yang menggelar pagar betis melengkapi dengan gas air mata.
Penjagaan ketat ini mengantisipasi aksi massa kontra
pendukung Ruslan-Ahyar yang menang dalam pilkada pada
Senin (27/6) lalu. "Kami tidak ambil resiko,"kata
Kepala Polres Mataram Ajun Komisaris Besar Ismail Bafadal, yang langsung terjun mengamankan
lokasi.
Menurut Taufik, salah satu koordinator aksi massa,
banyak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan pilkada.
Misalnya, banyak kartu pemilih siluman. Seperti, anak
SMP diberi hak mencoblos, orang meninggal juga diberi
kartu pemilih. Itu belum termasuk 16 ribu kartu pemilih
yang ternyata tidak jelas. "Kami menuntut hak agar
pilkada diulang,"katanya.
Para pendemo itu juga menyebut, surat edaran dari KPU
tentang diperbolehkannya orang yang hanya punya KTP
bisa mencoblos. "Bagi saya itu jelas melanggar aturan.
Kami tuntut KPUD untuk menjelaskan ini,"ujatnya.
Setelah melakukan negosisasi selama kurang lebih 20
menit, perwakilan pendemo dengan anggota KPUD keluar
dari ruang kantor. Yudi salah seorang pendemo,
menyebut hasil pertemuan itu di antaranya bahwa KPUD
Mataram telah mengakui kesalahan.
Tak berapa lama, pihak Ketua KPUD Mataram, Mustiadi
Abhar datang menginformasikan hasil pertemuan. Dalam
penjelasannya, KPUD Mataram mengakui kesalahan.
"Memang ada penyimpangan pelaksanaan pilkada Kota
Mataram,"ujarnya, kontan mendapat sorakan massa.
Massa akhirnya bubar setelah ada penjelasan dari
pihak KPUD. Tapi, mereka akan melanjutkan aksi demo.
Tapi, tiga tim calon yang kalah dijadwalkan akan
melaporkan ke polisi. Menyusul adanya pengakuan dari
pihak KPUD bahwa pelaksanaan pilkada ada penyimpangan.
"Sudah kami konsep. Tinggal ada pertemuan antar-tiga
calon yang kalah,"ujar Rudi.
Sujatmiko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|