|
11 Hari Lagi Pulau Lombok Gelap
Rabu, 22 Juni 2005 | 21:01 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Listrik di Pulau Lombok dan sekitarnya terancam mati total jika pasokan BBM jenis solar di pulau ini terlambat. Sebab, persediaan solar yang ada di tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada di Pulau Lombok hanya tinggal 11 hari. "Memang terbatas. Hitunggannya tak lebih dari 2 pekan,"kata Deputy Manager Komunikasi PLN Wilayah NTB, Wardiono.
Untuk sekarang ini, PLN untuk Mataram-membawahi
Lombok-terpaksa melakukan pengiritan dengan cara
pemadaman listrik sistem giliran. Setidaknya selama
satu hari dilakukan pemadaman antara 1 hingga 3 jam
lamanya. Upaya itu dilakukan untuk menghindari beban
puncak sekaligus mengirit solar.
Sedangkan beban puncak PLN di Mataram, mencapai 80
mega watt. Beban sebanyak itu untuk kebutuhan listrik
di empat kabupaten/kota di Pulau Lombok; Lombok
Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Timur.
Jumlah pelanggan PLN di Lombok tercatat sekitar 160
ribu lebih dengan perbandingan 90 persen untuk rumah
tangga dan sisanya 10 persen untuk industri kebanyakan kebutuhan perhotelan.
Di Pulau Lombok terdapat tiga unit PLTD. Pertama PLTD
di Tanjung Karang Ampenan, dan PLTD di Taman, keduanya
di Kota Mataram. Satu PLTD lagi berada di Paok Montong Kabupaten Lombok Timur.
Menurut Wardiono, untuk sekarang ini memang jatah
solar untuk PLTD masih bisa langsung dikirim dari
Pertamina Depo Ampenan Mataram. Dengan jatah yaitu
sebanyak 6550 kiloliter perbulannya. Solar itu
merupakan jatah khusus yang dipesan antara PLN dan
Pertamina. "Untuk, satu dan dua hari ini, kami belum
kawatir. Tapi tidak tahu nanti,"ujarnya.
Sujatmiko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|