Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

El Nino Mengancam Daratan NTB
Senin, 13 Juni 2005 | 12:55 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Selaparang, Mataram, mengingatkan, pada puncak kemarau ini di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan munculnya El Nino. Hal itu dilihat dari hembusan cuaca dari atas Australia pada bulan Juni hingga November ini.

Prakirawan BMG, Catur Winarti, mengatakan yang perlu diwaspadai adalah bagaimana menyiasati bahaya-bahaya pada puncak kemarau, seperti bahaya kebakaran hutan dan sejenisnya. "Untuk awal kita ketahui El Nino ini lemah. Tapi puncaknya mungkin bulan November nanti apakah kuat atau lemah masih belum terlihat," paparnya di Mataram, Senin (13/6) siang.

Jika terjadi El Nino (kebalikan dari Lanina di musim hujan) bisa dipastikan kemarau di NTB akan panjang, yaitu bisa mencapai akhir bulan November. Gejala tersebut kini telah muncul, di antaranya curah hujan yang di bawah normal.

Untuk mengantisipasi munculnya El Nino ini, pihak Balai Meteorologi telah mengirimkan laporan ke Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Dinas Kehutanan dan Dinas Perhubungan. Untuk El Nino, kata Catur, yang lebih berperan adalah Dinas Pertanian dan Kehutanan.

Sementara itu data di Badan Urusan Ketahanan Pangan Daerah (BUKPD) memprediksi angka kekeringan areal pertanian di NTB bisa mencapai 49 ribu hektare dari sekitar 267 ribu luas lahan pertanian di NTB. Pada musim kering itu, diharapkan para petani bisa mengubah tanaman, dari padi menjadi kacang-kacangan, umbi, dan buah-buahan seperti semangka dan melon.

sujatmiko

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tanah retak untuk ilustrasi kekeringan di Tangerang, Kamis, 13 November 2002. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20021210] Dua orang anak sedang mengambil air di telaga Panggul, Candirejo, Semanu saat kekeringan di kapubaten Gunung Kidul [Ahmad Solikhan/ DR; 2000/05/16].
Tanah Retak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemda Gunung Kidul Pasok Air Bagi Warga Kekeringan
Ratusan Hektar Tanaman Pangan Terancam Puso
31 Ribu Warga Kediri di Pedesaan Kesulitan Air
Puluhan Ribu Hektar Sawah di Indramayu Terancam Kekeringan
Kekeringan Mulai Ancam Klaten dan Wonogiri
Temuan TPF Munir: BIN Bohong
Setelah Kekeringan, Sebagian Timor Barat Hujan
Kota Bekasi Terancam Krisis Air Tanah
Bulog NTB Kirim Beras ke NTT
Rawan Pangan di NTT Akibat Kebijakan Pangan yang Tidak Tepat
> selengkapnya...


Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jakarta Bakal Diguyur Hujan
Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data