Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kapal Terbakar, Delapan Tewas dan Tiga Hilang
Minggu, 05 Juni 2005 | 12:53 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Delapan penumpang tewas dan tiga dinyatakan hilang setelah Kapal Motor (KM) Bil Arafah, jurusan Maumere-Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang mengangkut 56 penumpang terbakar. Insiden itu terjadi saat kapal berada di tengah laut perairan Pulau Pemana, Sabtu (4/6) pukul 9.50 WITA.

Kapolres Sikka, Ajun Komisaris Besar Polisi Sugeng Sunariyadi, yang dihubungi melalui telepon, Minggu (5/6), mengatakan masih melakukan penyelidikan tentang penyebab kebakaran.

“Informasi awal yang kami dapatkan, kapal terbakar karena terjadi kerusakan pada bagian mesin. Saat itu pompa oli mesin meledak dan terbakar. Beberapa bagian kapal ikut terbakar sehingga delapan penumpang tewas seketika,” kata Sugeng. Korban tewas dan penumpang yang selamat sudah dievakuasi ke Maumere dan telah menjalani otopsi. Sementara tiga penumpang yang hilang masih dalam pencarian.

“Tim evakuasi, terdiri dari Polisi Perairan, syahbandar dan Angkatan Laut sejak Sabtu melakukan penyisiran di sekitar perairan Pulau Pemana untuk mencari korban hilang,” katanya.

Delapan korban tewas terdiri dari lima laki-laki dan tiga perempuan. Para korban yang berhasil diidentifikasi, yakni Murniati, Munte, Abidin, Siti Asri, Maniaty, Lukas, Andi Ramli dan Rudi.

KM Bil Arafah, milik Burhanuddin, berlayar dari Pulau Pemana tujuan Maumere, Sabtu, pukul 08.00 WITA. Diperkirakan satu jam setelah pelayaran tiba-tiba kapal mengalami gangguan mesin. Beberapa anak bah kapal (ABK) mencoba menghidupkan kembali mesin. Namun tiba-tiba keluar percikan api di bagian mesin dan langsung menyambar badan kapal. Sebagian penumpang, termasuk delapan korban tewas melompat ke laut. “Kemungkinan, mereka tewas karena tidak dapat berenang,” kata Sugeng.

Jems De Fortuna

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
KAPAL TAMPOMAS II SAAT TERBAKAR/  SEBELUM TENGGELAM [DOKUMENTASI SANGIHE; 19A/49/80; 991231]. Kapal Motor Tampomas II, saat terakhir sebelum tenggelam di laut [ dok KM Mutiara; 25a/107/81; 20000708 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Kapal LCT Tenggelam Delapan ABK Hilang
Amal Karya Dihajar Badai, Dua Tewas
KM Sultra Sejati Hilang di Perairan Pulau Wowoni
Kapal Tenggelam di Sika 3 Penumpang Tewas
Nelayan Cilacap Dapat Ganti Rugi Rp 14 Miliar
Dua Tewas Akibat Meledaknya Kapal Tongkang
Kapal Tanker Bocor, Minyak Mentah Genangi Perairan Cilacap
Tiga Warga Jakarta Hilang di Ujung Kulon
Kapal Perang Australia Selamatkan 15 Orang Indonesia
Kapal Farlen Tak Miliki Izin Angkut Penumpang
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data