Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Krisis Gizi di NTT, Jangan Hanya Salahkan Dinas Kesehatan
Rabu, 01 Juni 2005 | 13:26 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT), Stef Bria Seran, menegaskan pemerintah harus bertanggung jawab terhadap permasalahan krisis gizi di NTT dan bukan hanya menyalahkan Dinas Kesehatan.

“Kalau terjadi krisis gizi maka semua pihak yang terlibat dalam urusan kesejahteraan masyarakat mesti turut bertanggung jawab. Pemerintah atau masyarakat tidak bisa menyalahkan Dinas Kesehatan karena ada keterkaitan erat antara berbagai sektor,” katanya saat dihubungi di Kupang, Rabu (1/6).

Dari 463.370 balita hasil Sensus 2005 di NTT, yang dikategorikan kurang gizi sebanyak 43.402 balita, gizi buruk 9.237 balita dan 54 balita lainnya mengalami busung lapar. Sehingga total balita yang mengalami krisis gizi mencapai 52.693 balita. Data terakhir yang dikeluarkan Dinas Kesehatan NTT menyebutkan, krisis gizi sudah terjadi merata di 16 kabupaten dan kota.

Stef menambahkan, sedikitnya empat sektor terlibat langsung dalam urusan kesejahteraan, yakni yang berhubungan dengan produksi pangan, distribusi pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan konsumsi masyarakat. Empat bidang ini punya keterkaitan satu sama lainnya.

“Anak-anak tidak dapat mengkonsumsi susu, protein dan makanan bergizi, bukan tanggung jawab kesehatan, bidang lain yang harus bertanggung jawab. Karena masalah krisis gizi di NTT punya kaitan dengan ketersediaan pangan dan ekonomi warga,” katanya. Krisis gizi disebabkan dua faktor, apakah balita dan anak-anak kurang makan atau karena menderita penyakit tertentu dan tidak mau makan.

jems de fortuna


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

45 Anak di NTT Menderita Busung Lapar
Rp 150 Miliar untuk Penanganan Busung Lapar
Menteri Kesehatan Bagikan Kartu Askes kepada Penderita Busung Lapar
Menteri Kesehatan : Busung Lapar di NTB, Aneh
Penderita Gizi Buruk NTB Terburuk di Indonesia
Korban Meninggal Busung Lapar Bertambah
NTB Mendata Keluarga Rawan Busung Lapar
Tujuh Anak Meninggal Akibat Busung Lapar di Lombok
Rp 11 Miliar untuk Kelaparan di NTT
Belalang Serang Kupang Barat


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Empat Korban Minuman Keras Masih dirawat, Tiga lainnya Tewas
Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik
Langit Jakarta Cerah Berawan
Lalu Lintas Jalan Protokol dan Tol di Jakarta Lancar
Lukman Edy Pesimistis Islah dengan Gus Dur Terwujud

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data