|
Nusa Tenggara Timur
45 Anak di NTT Menderita Busung Lapar
Selasa, 31 Mei 2005 | 10:45 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Sebanyak 45 anak di enam kabupaten Nusa Tengara Timur (NTT) positif menderita penyakit busung lapar. Sementara itu, 33.910 anak lainnya mengalami kurang gizi dan 8.218 gizi buruk.
Jumlah ini diperkirakan akan bertambah menyusul terjadinya krisis pangan dan air bersih akibat kemarau panjang di provinsi itu. Separuh dari para penderita busung lapar dan gizi buruk saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, dan selebihnya tidak dapat berbuat banyak karena keterbatasan ekonomi.
Pejabat Sementara Kepala Tata Usaha Dinas Kesehatan NTT, Nike Mitak kepada wartawan di Kupang, Selasa (31/5) mengatakan para penderita busung lapar itu tersebar di Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kupang, Alor, Lembata dan Manggarai. Mereka diketahui busung lapar dari ciri-ciri dan kondisi tubuhnya.
Para penderita umumnya terlihat sangat kurus, kulit keriput, tatapan mata kosong, perut buncit, berat badang yang tidak seimbang dengan usia dan tinggi badan.
“Kebanyakan penderita busung lapar adalah anak-anak balita yang menderita gizi buruk,” kata Nike.
Faktor utama yang menyebabkan terjadinya busung lapar yakni pola konsumsi warga yang tidak memperhatikan keseimbangan gizi, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kurangnya pemahaman warga terhadap kesehatan. Pemerintah NTT sendiri telah menetapkan masalah busung lapar sebagai bencana.
Wakil Gubenur NTT, Frans Leburaya mengaku telah meminta para bupati untuk mengambil langkah serius guna mengatasi persoalan ini. Mereka diminta mengalokasikan dana khusus serta menghidupkan kembali posyandu dan pemerian makanan tambahan kepada anak sekolah (PMTAS). Jems de Fotuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|