Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Barat

Korban Meninggal Busung Lapar Bertambah
Jum'at, 27 Mei 2005 | 15:46 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Pihak Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai laporan dari Puskesmas di tingkat kecamatan tidak jujur dan cenderung menutup-tutupi kasus kelaparan. Indikasinya, laporan kasus busung lapar (marasmus kwarsiorkor) cenderung meningkat setelah dilakukan pengumpulan data.

"Data dari bawah, seperti Puskesmas, cenderung menutup-nutupi dalam kasus gizi buruk di NTB.
Pelaporan dari bawah kurang bagus," tegas dr I Komang Gerudug, Wakil Kepala Dinas Kesehatan NTB, di kantor Gubernur NTB, Jumat (27/5) siang.

Penegasan Gerudug ini merujuk pendataan baru Dinas Kesehatan NTB yang menyebutkan korban meninggal akibat kelaparan terus meningkat dari data yang diterima sebelumnya. Dari angka yang masuk terhitung Kamis (26/5) korban meninggal menjadi delapan anak dari 338 anak balita (untuk Pulau Lombok) yang mengalami kelaparan dalam kurun waktu Januari-Mei 2005.

Data sebelumnya tujuh orang meninggal dan belum ada catatan total angka kelaparan seluruh NTB, serta belum termasuk Pulau Sumbawa.

Sementara data 338 kasus kelaparan yang dialami balita baru berdasarkan laporan dari empat kabupaten/kota di Pulau Lombok, dengan rincian Kota Mataram sebanyak 23 kelaparan dengan dua meninggal, Kabupaten Lombok Barat 133 kelaparan dengan lima meninggal dunia, Kabupaten Lombok Tengah tujuh kelaparan dengan satu meninggal dan Kabupaten Lombok Timur 175 kelaparan dan belum ada laporan meninggal dunia.

Sementara untuk Pulau Sumbawa, hingga kini secara rinci data belum diterima dari Dinas Kesehatan setempat.

sujatmiko

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ]. Suasana penderita sroke yang sedang menjalani terapi  di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ].
Stroke
Stroke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bio Farma Akan Jelaskan Vaksin Polio
NTB Mendata Keluarga Rawan Busung Lapar
Tujuh Anak Meninggal Akibat Busung Lapar di Lombok
Puluhan Anak di Lombok Terserang Busung Lapar
Polio Mulai Serang Karanganyar
Hanya Separo Keluarga Miskin Dapat Kartu Jaminan
Pemerintah Galakkan Imunisasi Polio
Rp 11 Miliar untuk Kelaparan di NTT
Aceh Punya Pelayanan Kesehatan Mental
Korban Polio Tak Boleh Keluar dari Sukabumi
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Perang
Polio Impor di Sukabumi (II)
Polio Impor di Sukabumi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data