Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Barat

NTB Mendata Keluarga Rawan Busung Lapar
Kamis, 26 Mei 2005 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mendata keluarga miskin yang rawan terjangkit busung lapar (marasmus kwarsiorkor). Upaya itu untuk mengurangi angka kasus busung lapar yang tiba-tiba melonjak tajam terhitung Januari-Mei 2005 ini.

Perintah berupa SK Gubernur NTB Lalu Serinata ini ditujukan ke bupati dan wali kota se-NTB. Surat itu dibagi menjadi dua, yaitu untuk Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

"Perintah itu sudah ada dan kini diedarkan untuk Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa," tegas Lalu Gita Aryadi, Kepala Bagian Humas Pemprov NTB, di Mataram, Kamis (26/5) siang.

Dari 51 penderita busung lapar, kasus korban meninggal sebanyak tujuh anak hanya tercatat di Pulau Lombok saja. Data tersebut belum mencakup yang terjadi di Pulau Sumbawa. Padahal, di pulau itu kemungkinan ditemukan kasus busung lapar cukup besar.

Kasus busung lapar di NTB, terutama di Lombok, mengejutkan banyak pihak. Berdsarkan data di
Dinas Kesehatan NTB, dari tujuh anak yang meninggal dunia selama Januari-Mei 2005, lima kasus terjadi di Kabupaten Lombok Barat, satu kasus di Kota Mataram, dan satu lagi di Lombok Tengah.

Ciri-ciri busung lapar berkategori marasmus yaitu kondisi tubuhnya lemah, wajah keriput, mata cekung dengan rambut kekuning-kuningan dan perut besar.

Sementara yang masuk kategori kwarsiorkor ditambah dengan terjadi pembengkakan di anggota tubuhnya. Kondisi ini dialami oleh M Azmi (1,2 tahun), pasien asal Narmada, Lombok Barat, yang kini dirawat di RSU Mataram.

sujatmiko

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ]. Suasana penderita sroke yang sedang menjalani terapi  di klinik Neuropsikiatri dan Revitalisasi (sekolah stroke) binaan Dr. Hermawan Suryadi, Sps di Kemanggisan, Jakarta, 22 Februari 2002. [ TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/213/2002; 20020511 ].
Stroke
Stroke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tujuh Anak Meninggal Akibat Busung Lapar di Lombok
Puluhan Anak di Lombok Terserang Busung Lapar
Polio Mulai Serang Karanganyar
Hanya Separo Keluarga Miskin Dapat Kartu Jaminan
Pemerintah Galakkan Imunisasi Polio
Rp 11 Miliar untuk Kelaparan di NTT
Aceh Punya Pelayanan Kesehatan Mental
Korban Polio Tak Boleh Keluar dari Sukabumi
IDAI: NTB Hampir Bebas Polio
Trend Warga Riau Berobat ke Malaka
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Perang
Polio Impor di Sukabumi (II)
Polio Impor di Sukabumi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data