|
Nusa Tenggara Barat
Puluhan Anak di Lombok Terserang Busung Lapar
Senin, 23 Mei 2005 | 16:03 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Sedikitnya 47 anak di tiga kabupaten/kota di Pulau Lombok terserang busung lapar atau kwarsiorkor. Munculnya busung lapar ini dampak dari gizi buruk warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Dari 47 anak itu, yang berada di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 26 orang, di Kota Mataram sebanyak 18 orang dan di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 3 orang. Mereka sebagian sudah dirujuk ke RSU Mataram karena mengalami komplikasi dengan penyakit lainnya.
Di Kabupaten Lombok Barat, kasus terparah terjadi di Kecamatan Lingsar, Kecamatan Narmada dan Kecamatan Sekotong sebanyak 16 orang. Identifikasi tim gabungan Dinas Kesehatan Lombok Barat dan puskesmas-puskesmas di kabupaten itu, busung lapar menimpa para anak-anak yang orang tuanya sebagai buruh tani dan merantau menjadi TKI.
Salah satu pasien atas nama M Asmi, 1,2 tahun, tinggal di Kecamatan Lingsar, mengalami busung
lapar karena faktor ekonomi. Orang tuanya pergi merantau menjadi TKI ke Malaysia dan Asmi hanya hidup dengan ibunya yang sehari-hari hanya bekerja menjadi buruh tani.
Kondisi kesehatan Asmi memprihatinkan. Berat badannya hanya 6,7 kilogram, perutnya buncit, matanya cekung dan berwarna agak kuning, begitu juga rambutnya kusut berwarna kuning. Kini Asmi dirawat di RSU Mataram dengan bantuan kartu miskin dari Kecamatan Lingsar atas rujukan dari Puskesmas setempat.
Menurut dr I Nyoman Wardhana, Kepala Sub Dinas Bina Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Masyarakat, kondisi fisik Asmi sudah bisa dikategorikan busung lapar. Kondisinya akan terus turun jika tidak ada bantuan makanan yang cukup, seperti tambahan gizi, vitamin dan sejenisnya.
"Ini tanda-tanda medis anak terserang busung lapar. Makanya langsung kita rujuk ke rumah sakit," tegasnya usai mengecek pasien terebut ke RSU Mataram, Senin (23/5) siang.
sujatmiko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|