Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Tsunami dan Gempa Bumi Jadi Mata Pelajaran di NTT
Selasa, 03 Mei 2005 | 14:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kupang - Pengetahuan dasar gempa bumi dan tsunami akan dimasukkan sebagai mata pelajaran dalam kurikulum muatan lokal di sekolah dasar dan menengah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Materi pelajaran meliputi pengetahun tentang gejala umum tsunami dan gempa bumi, serta perubahan alam yang mendahului peristiwa alam ini.

Gubernur NTT Piet A. Tallo di Kupang, Selasa (3/5) mengatakan, dimasukkannya materi tersebut sebagai salah satu mata pelajaran tahun 2005 itu dalam rangka menambah wawasan siswa.

“Gelombang tsunami pernah melanda Flores dan menewaskan lebih dari 2000 warga, akibat kurangnya pengetahuan warga tentang masalah gempa bumi maupun tsunami,” kata Tallo dalam jumpa pers di ruang kerjanya.

Beberapa wilayah di NTT yang tergolong jalur gempa bumi aktif yakni Pulau Flores dan Lembata, Pulau Alor, Pulau Pantar dan beberapa gugusan pulau di Utara NTT.

Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, sebelum terjadi gempa bumi atau tsunami biasanya selalu ada gejala-gejala alam yang sebenarnya memberikan isyarat kepada manusia bahwa akan terjadi bahaya.

Gejala alam dimaksud seperti hewan-hewan liar tiba-tiba memasuki perkampungan warga, ada gelomang pasang yang tiba-tiba menimpa warga, suhu air laut yang berubah, serta perubahan alam lainnya.

“Perubahan-perubahan itu sebenarnya memberikan warning kepada masyarakat. Tetapi karena kurangnya pengetahuan maka biasanya warga tidak melakukan antisipasi dini,” lanjutnya. Jems de Fortuna

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Angin Topan Blanca dilihat saat misi NASA, Mei 1992. [Gamma/ Salaber-Laison; 10D/496/1992; 20040127].
Angin Topan Blanca
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban Meninggal di Aceh Tenggara Bertambah
Wisatawan ke Pulau Seribu Drop
Fase Rekonstruksi Aceh Dan Nias Akan Bersamaan
Presiden: Bencana Alam Bagian dari Fenomena Alam
Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
Empat Gunung Berapi di Jawa 'Batuk-batuk'
Korban Gempa Nias Mendapat Rp. 3.000 Per Hari
Sumatera Utara Belum Miliki Posko Bencana
Gunung Talang Solok Meletus, Status Awas
Presiden Bentuk Satuan Tugas Penanganan Bencana
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Gempa Terus Berulang
Suatu Malam Jauh di Selatan
Rumah Instan Tahan Gempa
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data