|
Nusa Tenggara Barat
Polres Sumbawa Temukan 50 Kilogram Bahan Peledak
Kamis, 28 April 2005 | 15:22 WIB
TEMPO Interaktif,
Mataram:Tim buru sergap Polres Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menemukan sedikitnya 50 kilogram bahan peledak yang dibungkus dua sak semen dari rumah Muhammad, warga Pulau Kaung, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Selasa (26/4) malam. Bahan kimia jenis low explosive ini biasanya digunakan untuk bahan baku pembuatan bom ikan.
Polres Sumbawa juga masih mengembangkan pencarian terhadap bahan baku jenis serupa yang diduga masih disimpan beberapa orang di Kecamatan Alas, Sumbawa.
Temuan polisi menyebutkan, bahan baku peledak tersebut diproduksi dari Afrika Selatan.
"Kami akan mengembangkan perburuan bahan peledak ini yang kemungkinan masih disimpan warga," kata Ajun Komisaris Besar Polisi Abdul Hakim, Kepala Polres Sumbawa, yang dihubungi dari Mataram, Kamis (28/4) siang.
Selama ini, menurut Hakim, daratan di pesisir Pulau Sumbawa bagian utara dan barat, masuk sebagai jaringan pengiriman bahan peledak. Biasanya, bahan peledak dikirim dari Batam, Buton, Makassar, hingga dari Singapura dengan cara ilegal. Proses pengiriman biasanya melalui kapal-kapal nelayan yang kerap keluar-masuk ke Sumbawa.
Dari pemeriksaan terhadap Muhammad, kemungkinan bahan peledak itu milik Bakar, juga warga setempat. "Kini mereka jadi tersangka," tandas Hakim. Sujatmiko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|