Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Gelombang Pasang Tiga Meter Hantam Ende
Selasa, 26 April 2005 | 17:26 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Gelombang pasang setinggi kurang lebih tiga meter secara mengejutkan menghantam Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/4) siang puku 11.00-12.30 WITA. Akibatnya, sekitar 31 rumah terendam, 1 diantaranya jebol, dan merusak sebuah jembatan.

Gelombang pasang terjadi kurang lebih 15-30 meter dari bibir pantai dan sempat merendam badan jalan di kampung Ndao, sebuah perkampungan di Selatan Ende. Masyarakat Dusun Wonaka, Kelurahan Paupanda dan Desa Geogama, Kecamatan Ende Selatan dan Kampong Ndao yang berada di dekat pantai pun panik dibuatnya. Namun, sejauh ini belum dilaporkan ada korban jiwa atau luka-luka.

Bupati Ende Paulinus Domi, yang mengunjungi lokasi meminta warga yang menetap di sekitar pantai untuk mengosongkan rumah dan bertahan di tempat terbuka atau wilayah yang lebih tinggi. Permintaan ini untuk menghindari kemungkinan adanya gelombang pasang susulan yang lebih besar.

Elias Paul Salo, Kepala Radio Siaran Pemerintah Daerah Ende gelombang pasang itu terjadi secara tiba-tiba. “Gelombang tiba-tiba naik ke darat dan surut lagi selama hampir satu jam. Sebelumnya, tidak ada gempa bumi atau getaran. Warga panik dan berhamburan keluar rumah,” kata Elias.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Kupang, Rivai Marulak yang dihubungi melelui telepon mengatakan bahwa kemungkinan besar gelomang pasang tersebut terjadi karena pengaruh angin yang bertiup kencang. “Tidak ada gempa bumi di Ende dan sekitarnya. Gelombang pasang itu mungkin saja terjadi akibat angin kencang,” kata Rivai. Jems de Fortuna

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aktivitas Anak Krakatau Menurun
Gempa Guncang Sangihe
Depdiknas Siapkan Alternatif UN di Daerah Pascabencana
Fase Rekonstruksi Aceh Dan Nias Akan Bersamaan
Warga Lampung Panik Diguncang Gempa
Labuan, Anyer dan Lebak Diguncang Gempa
Pemerintah Tahan Pencairan Dana PT Timor di Bank Mandiri
Gempa Guncang Lampung dan Bandung
Gempa di Jakarta 5,6 Scala Richter
RUU Penanggulangan Bencana Akan Mengatur Sanksi
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
CINCIN API
Gempa Terus Berulang

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data