Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Barat

Ratusan Hektare Tanaman Padi Rusak di Sumbawa
Selasa, 12 April 2005 | 11:12 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Sedikitnya 514 hektare tanaman padi rusak dan sebagian puso akibat banjir yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumbawa. Para petani masih cemas akan perubahan cuaca pekan-pekan ini mengingat tanaman mereka kini sebagian telah memasuki musim panen.

Kawasan yang terparah di antaranya di Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Bima, dan di Kabupaten Dompu. Pihak Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tengah menggelar rapat penanggulangan bencana meminta petani waspada akan perubahan cuaca yang mendadak.

Menurut Lalu Darmali, Kepala Sub Dinas Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian NTB, instansinya kini masih terus memantau perkembangan cuaca. "Kita masih terus memantau itu. Minimal, petani tidak salah langkah," tegasnya saat dihubungi di Mataram, Selasa (12/4) siang.

Rincian kerusakan terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat, seperti di Kecamatan Seteluk di mana sebanyak 93 hektare rusak, dengan rincian 40 persen rusak berat/puso dan sisanya 53 hektare separuh tanamana padi rusak.

Di Kecamatan Taliwang dan Moyo Utara, masing-masing 15 hektare rusak berat. Di Kabupaten Dompu sebanyak 218 hektare, dengan rincian 146 hektare puso, 25 rusak berat, dan sisanya 47 hektare separuhnya rusak. Di Kota Bima sebanyak 155 hektare ,dengan rincian 13 hektare puso, dan 152 hektare rusak separuh. Di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 18 hektare juga rusak parah.

Tingkat kerusakan untuk kategori berat, tanaman padi hanya bisa diambil antara 15-25 persen. Sedangkan puso seperti yang terjadi di Sumbawa Barat dan Dompu, semuanya rusak akibat tanaman padi yang digerus banjir.

Banjir terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus selama dua pekan terakhir ini di Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima. Sedangkan di Lombok, kendati juga terjadi hujan, tapi kerusakan tidak separah yang menimpa areal pertanian di Sumbawa.

Belum ada angka taksiran, berapa petani merugi akibat bencana banjir ini. Tapi, perkiraan awal angka kerugian minimal mencapai Rp 300-500 juta. Kerugian cukup besar ini terjadi karena sekarang ini masa-masa puncak panen.

Sujatmiko

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petani menjemur gabah di Karawang. [TEMPO/ Dahlan RP; 25c/354/88; 20000326]. Petani menjemur gabah di Karawang. [TEMPO/ Dahlan RP; 25c/354/88; 20000326].
Penjemuran Gabah
Penjemuran Gabah
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sungai Barito Meluap, Barito Utara-Selatan Lumpuh
Perbaikan Bendung Bekasi Molor
Penyakit Pasca Banjir di Jambi
Banjir di Palembang Makin Meluas
Bulog NTB Kirim Beras ke NTT
Rawan Pangan di NTT Akibat Kebijakan Pangan yang Tidak Tepat
Tiga Kecamatan di Sulbar Banjir
Penyaluran Beras Miskin di DKI Jakarta Terhambat.
Banjir Landa 2 Kabupaten di Kalteng
Pemerintah Minta Petani Tingkatkan Kualitas Gabah
> selengkapnya...


Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Sistem Pengendali Banjir Jakarta
Peta Banjir Jakarta (dalam sentimeter)
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data