|
Nusa Tenggara Timur
PBB Turunkan Status Timor Barat Menjadi Siaga III
Senin, 04 April 2005 | 12:13 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali menurunkan status Siaga IV di Timor Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi Siaga III setelah hasil evaluasi yang dilakukan tim keamanan membuktikan kondisi keamanan di wilayah itu semakin kondusif.
Sebelumnya, Timor Barat dikategorikan sebagai daerah rawan bagi pekerja kemanusiaan internasional menyusul insiden pembunuhan secara keji terhadap tiga staf Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) September 2000 lalu oleh pengungsi Timtim.
Dewan Keamanan PBB kemudian mengeluarkan resolusi Nomor 1319 dengan memberlakukan Siaga V yang isinya berupa larangan bagi lembaga-lembaga kemanusiaan PBB untuk menghentikan seluruh aktivitasnya.
Negara-negara anggota PBB juga mengeluarkan larangan yang sama kepada warganya untuk tidak mengunjungi Timor Barat. Namun Dewan Keamanan PBB menurunkan status Siaga V menjadi Siaga IV akhir 2003 lalu, dan akhir Maret 2005 lalu kembali diturunkan setingkat menjadi Siaga III.
Juru bicara Gubernur NTT, Umbu Saga Anakakab, yang dihubungi di Kupang, Senin (4/4), mengatakan bahwa informasi penurunan status Siaga IV menjadi Siaga III disampaikan oleh utusan khusus UNHCR yang menemui Gubernur NTT Piet A. Tallo di Kupang.
“Dalam pertemuan itu utusan UNHCR menyampaikan bahwa status Siaga IV di Timor Barat sudah diturunkan menjadi Siaga III dan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional dipersilahkan untuk kembali melakukan aktivitasnya,” kata Anakaka.
Menurutnya, Gubernur NTT menyambut baik penurunan status siaga tersebut dan mengharapkan agar status Siaga III segera dicabut mengingat sektor pariwisata dan tingkat hunian hotel di NTT mengalami penurunan secara tajam sejak tahun 2000 lalu.
“Secara garis beras, situasi keamanan di Timor Barat dan wilayah perbatasan sudah kondusif sehingga Gubernur mengharapkan PBB secepatnya mencabut Siaga III agar arus wisatawan mancanegara bisa kembali normal,” lajut Anakaka.
jems de fortuna
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Dari kiri ke kanan: Mantan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah, Erna Witoelar, UN Resident Coordinator, Mr. Bo Asplund dan Unicef Representative, Mr. Steven Allen saat jumpa pers tentang terpilihnya Erna Witoelar menjadi duta khusus PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk tujuan pembangunan milenium di kawasan Asia Pasifik dengan target menghapuskan kemiskinan yang ekstrim dan kelaparan, di Gedung PBB, Jakarta, 3 September 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/277/2003; 20031028].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K18A27703_high_thumb.jpg) |
![Dari kiri ke kanan: Mantan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah, Erna Witoelar, UN Resident Coordinator, Mr. Bo Asplund dan Unicef Representative, Mr. Steven Allen saat jumpa pers tentang terpilihnya Erna Witoelar menjadi duta khusus PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk tujuan pembangunan milenium di kawasan Asia Pasifik dengan target menghapuskan kemiskinan yang ekstrim dan kelaparan, di Gedung PBB, Jakarta, 3 September 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/277/2003; 20031028].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K18A27701_high_thumb.jpg) |
| Erna Witoelar, Mr. Bo Asplund dan Mr. Steven Allen
|
|
| Erna Witoelar, Mr. Bo Asplund dan Mr. Steven Allen
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|