Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Barat

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Perkelahian
Sabtu, 19 Maret 2005 | 13:52 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram: Polisi Resort Kota Mataram menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus perkelahian antar kampung di Pagutan, Ampenan, Mataram, Jumat (18/3) malam. Mereka adalah Taufik, Fathur dan Siswadi, dan kini ditahan di Markas Polisi Resort Kota Mataram. Hal itu dikatakan Ajun Komsaris Polisi Taufik
Bafadal, Kepala Polres Mataram, Sabtu (19/3) siang.

Sedangkan dalam kasus perusakan rumah mewah, milik
Dar, yang juga orang tua tiga tersangka, polisi akan
memisahkan kasusnya. Sebab, perusakan dan pembakaran
rumah mewah yang ditaksir senilai Rp 700 juta itu,
dilakukan serentak oleh sekitar 100 orang lebih warga
kampung Karang Genteng Mataram.

Di tempat kejadian perkara, polisi gabungan, yaitu
Brimob dan Sabhara Perintis Polda NTB masih terus
berjaga-jaga. Penjagaan terutama dilakukan di perbatasan jalan antara kampung Tempit dengan kampung Karang Genteng. Sekitar 50 anggota itu masih turun berjaga-jaga.

Seperti diketahui, pada Jumat malam terjadi perkelahian antar kampung di Mataram Nusa Tenggara Barat. Pemicunya, perkelahian antara Taufik, warga Tempit dengan warga Karang Genteng, yaitu Girin alias Lin. Akibatnya ratusan warga kampung Karang Genteng keluar rumah dengan membawa tombak, pedang dan panah.

Dalam kasus itu, tidak ada korban jiwa. Hanya ada korban
luka yaitu Lin yang kini dirawat di RSU Mataram. Sedangkan Taufik, sempat menghilang setelah tahu dirinya
dicari polisi.

Kepala Polda NTB, Brigadir Jenderal Mohammad Tosin,
langsung menggelar rapat mendadak di depan rumah yang
terbakar itu. Jenderal bintang satu ini, terlihat
sangat marah melihat anggotanya tidak berani menangkap
massa yang membakar rumah. "Kenapa tidak ditangkap
langsung. Kalian ini anggota apaan," tegasnya.

Tosin juga meminta agar aparat menggeledah untuk mencari senjata api di kawasan kampung Karang Genteng, malam itu juga. Sweeping dilakukan sekitar 100 anggota dari Sabhara Perintis dan Brimob Polda NTB.

Sujatmiko

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes mahasiswa Universitas DR. Moestopo menolak kenaikan harga BBM di Jakarta, 20 Juni 2001.  [KORAN TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010702]. Protes mahasiswa Universitas DR. Moestopo menolak kenaikan harga BBM di Jakarta, 20 Juni 2001  [KORAN TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010702].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Terlibat Tawuran, 45 Praja STPDN Asal Sumsel Dibina di Daerah Asal
Ratusan Praja STPDN Tawuran
Polsek Senen Akan Panggil Ketua FBR
Puluhan Orang Berseragam FBR Keroyok Pedagang Pasar Senen
Warga Dua Kampung di Lombok Barat Saling Serang
Dua Pos Polisi Dibakar Massa
Dua Kubu Pendemo Nyaris Bentrok
Berebut Tanah, Dua Rumah Dibakar, 98 Ditangkap
Empat Tersangka Penyerbu Kampus Gorontalo Ditahan
FPI Bentrok dengan Satpam JICT
> selengkapnya...


Referensi

"Tolong Sebulan ini Jatah Kami Menindak."

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data