Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Barat

Petisi Tangkap Bandar Togel di Mataram
Kamis, 17 Maret 2005 | 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Para tokoh agama dari pelbagai organisasi kemasyarakatan di Nusa Tenggara Barat membuat petisi menolak praktik toto gelap (togel). Petisi itu diserahkan ke Polda NTB untuk menindak para pelaku togel di propinsi itu.

Persetujuan membuat petisi datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), pengurus Muhammadiyah dan pengurus NU di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Namun, Ketua Muhammadiyah NTB, Syamsuddin Anwar, heran dengan orang yang awalnya keras menolak praktik togel, tapi, begitu
dekat dengan bandarnya, tiba-tiba orang yang
bersangkutan jadi lunak. "Ini yang perlu dipertanyakan,"katanya.

Pernyataan senada juga diutarakan salah seorang tokou NU NTB, Tuan Guru Haji Ahmad Taqiuddin Mansyur. Menurutnya, maraknya togel jelas mencoreng nama NTB. "Lombok itu dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Tapi kok jadi bertolak belakang sekali dengan kenyataan, togel malah marak disini,"katanya.

Dengan petisi anti togel, Taqiuddin berharap polisi berani mengambil sikap tegas. "Terserah polisi
menyikapinya. Apakah dengan adanya petisi ini, polisi
tidak juga menangkap pelaku judi togel?"katanya.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTB, Tuan Guru Haji Hazmi Hamzar mengaku jengkel dengan praktik togel. Togel marak terutama di Kabupaten Sumbawa yang kemudian merembet di kampung-kampung di Mataram. Praktiknya pun bukan ditutup-tutupi lagi tapi sudah menjadi terbuka. Menurutnya togel di NTB sebenarnya berpusat di Kabupaten Sumbawa, karena di kabupaten itu terdapat seorang bandar besar bernama M Alili alias Ale.

Bandar tersebut disebut-sebut sebagai orang 'sakti' karena banyak bekingnya aparat keamanan. "Polisi kenapa tidak menangkapnya,"kata Hazmi Hamzar dengan nada tinggi.
Sebelum masyarakat marah, Polres Mataram mulai melakukan
penangkapan terhadap sejumlah bandar togel yang telah
beroperasi di kampung-kampung. Mereka ditangkap dua
hari lalu di kawasan Kekalik dan Cakranegara. Sebulan
lalu, giliran Polda NTB juga menangkap dua orang
bandar togel yang membuka praktik di kawasan Gubug
Batu dan Cakranegara, Mataram. Namun, hingga kini
tidak jelas kabar beritanya para bandar togel yang
ditangkap itu.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda NTB, Ajun Komisaris Besar M Basri, para bandar togel yang ditangkap polisi tetap akan diproses hukum. "Tidak benar jika kasus judi togel berhenti. Tetap kami teruskan,"katanya. Pihak Polda NTB juga meminta agar masyarakat agar langsung memberi tahu ke polisi jika ada bandar togel. "Polisi, akan menindaklanjutinya,"ujar Basri.

Sujatmiko


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Anggota KORPRI/Pegawai Negeri sedang bermain gaple/domino [ Gatot Sriwidodo/TEMPO; 05d/027/91; 20000617 ] Penduduk sedang bermain gaple/domino [ Dahlan RP/dok TEMPO; 39c/463/89; 20000617 ]

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Kurang Merespon Maraknya Perjudian di Pantura Tangerang
Wali Kota Bekasi: Kerugian Akibat Banjir Rp 30 Miliar
Ada 400 Lokasi Judi di Bandung
AM Fatwa: Aparat Jangan Backing Judi
45 Ulama Ultimatum Bandar Judi Tinggalkan Cirebon
Judi di Perumahan Gading Serpong Jalan Terus
Habib Rizieq Shihab : Soal Omni Batavia, Media dan Pemerintah Tak Adil.
Terpilihnya Bobby Jayanto Ditolak Rakyat Kepri
Ketua MPR dan MUI Kecam Anarkisme FPI
Ketua MPR dan MUI Minta FPI Hentikan Sweeping
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data