|
Rp 11 Miliar untuk Atasi Kelaparan NTT
Kamis, 17 Maret 2005 | 13:42 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Untuk mengantisipasi kelaparan akibat kekeringan dan gagal panen di sebagian wilayah di Nusa Tenggara Timur, Panitia Anggaran DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur menyetujui pengalokasian dana sebesar Rp 11 miliar yang diusulkan pemerintah. Dana itu telah dimasukkan dalam APBD 2005 dan akan segera digunakan jika dibutuhkan.
Ketua DPRD NTT, Melkianus Adoe kapada wartawan di Kupang, Kamis (17/3) mengatakan, pengalokasian dana itu semata-mata untuk mengantisipasi terjadinya rawan pangan di sejumlah daerah. “Dana itu hanya untuk mengatasi rawan pangan, bukan untuk membiayai kebutuhan yang lain. DPRD akan melakukan pengawasan secara khusus sehingga dana itu benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan rakyat,” katanya.
Gubernur NTT Piet A Tallo yang dihubungi terpisah membenarkan terjadinya rawan pangan di sejumlah daerah. Meski tidak menyebut secara pasti berapa desa, kecamatan dan kabupaten yang sudah mulai mengalami rawan pangan. Namun, Tallo mengatakan, masyarakat tidak akan mengalami kelaparan. “Tuhan sudah memberikan akal budi kepada manusia. Saya sendiri pernah makan biji asam,” katanya.
Sementara itu,warga Kabupaten Lembata, dilaporkan mulai mengkonsumsi buah dan bunga pohon bakau serta kacang hutan. Sebagian warga mengharapkan pemerintah segera mendistribusikan bantuan beras sampai dengan musim tanam yang akan datang.
Bupati Lembata, Andreas Duli Manuk yang dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, 80 persen lahan pertanian di wilayahnya mengalami kekeringan dan gagal panen.
“Sejak bulan Januari 2005 lalu tidak ada hujan. Ladang dan sawah menjadi kering dan masyarakat terancam rawan pangan,” katanya. Andreas mengakui sebagian warganya mulai mengkonsumsi buah dan bunga pohon bakau serta kacang hutan karena rawan pangan. l jems de fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|