Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

NTT Terancam Kelaparan
Senin, 14 Maret 2005 | 21:13 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Masalah rawan pangan dan kekeringan yang berdampak pada ancaman kelaparan di Nusa Tenggara Timur semakin serius. Sebagian warga di beberapa kabupaten yang tengah dilanda kekeringan mulai kesulitan mendapatkan stok makanan karena cadangan makanan musim panen sebelumnya mulai menipis. Sedangkan produksi dan hasil panen tahun ini menurun tajam karena kurangnya curah hujan.

Beberapa warga mengkonsumsi jagung, kacang dan umbi-umbian yang diawetkan musim panen tahun 2004. Adapula yang berniat mengkonsumsi biji arbila (kacang hutan) atau mengolah batang pohon gewang menjadi tepung. “Sudah tiga kali kami tanam jagung, tidak ada karena kering berkepanjangan,” kata Siprianus Taebenu, warga Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Senin (14/3).

Warga mengaku tidak berdaya menghadapi kekeringan. “Hasil panen tahun ini terjelek. Setengah dari jagung di ladang mati. Padahal sebelumnya, lumbung dan gudang kami dipenuhi padi dan jagung,” kata Maksi Taneo, warga Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Wakil Gubernur NTT Frans Leburaya kemarin mengatakan, baru 10 dari 18 kabupaten dan NTT yang terancam kekeringan dan gagal panen tetapi belum mengarah kepada rawan pangan. Ini berbeda dengan fakta bahwa 12 kabupaten yang kekeringan, gagal panen dan terancam kelaparan hebat.

Kepala Dinas Sosial NTT Welhelmus Padja, dalam rapat dengan Panitia Anggaran DPRD NTT, menyebutkan, telah mempersiapkan 50 ton beras untuk didistribusikan kepada daerah rawan pangan. “Untuk sementara setiap kabupaten mendapat dua ton beras. Akan ditambah jika makin kritis,” kata Wellem Padja. Untuk mengatasi krisis air bersih, Dinas Kimpraswil akan mengeksplorasi air tanah dan mengurangi jatah untuk pengairan dari bendungan maupun embung untuk pertanian.

12 kabupaten yang terancam kelaparan adalah Rote Ndao, Timor Tengah Utara, Alor, Sikka, Ngada, Flores Timur, Sumba Timur, Sumba Barat, Timor Tengah Selatan, Lembata, Belu dan Kupang. l jems de fortuna

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pohon kelapa mati kekeringan di Kecamatan Belang, Minahasa, Sulawesi Utara,  25 Mei 2001 [ TEMPO/ Verrianto Madjowa; 32D/ 338/ 2001;20010606 ]. Pohon kelapa mati kekeringan di Kecamatan Belang, Minahasa, Sulawesi Utara,  25 Mei 2001 [ TEMPO/ Verrianto Madjowa; 32D/ 338/ 2001;20010606 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Alwi Shihab : Masyarakat NTT Tak Perlu Kawatir
12 Kabupaten di NTT Terancam Kelaparan
Tangerang Buat Perda Perlindungan Situ
Kabupaten Buleleng kekurangan Air
Kekeringan di Wonogiri Semakin Parah
Warga Ponorogo Terancam Kelaparan
Warga Nelayan Dadap Kesulitan Air Bersih
Warga Lebak Mulai Terserang Diare
Rp 1 Miliar Untuk Atasi Kekeringan di Boyolali
Warga Jakarta Barat Keluhkan Air Bersih
> selengkapnya...


Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data