|
Nusa Tenggara Barat
Partai Demokrat NTB Calonkan Hayono Isman
Senin, 14 Maret 2005 | 15:52 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram: Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat mendukung Hayono Isman sebagai salah satu kandidat Ketua Umum partai itu. Alasannya, sosok mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga di era Soeharto itu tidak diragukan loyalitasnya meski bukan kader Partai Demokrat.
"Kita sebenarnya mendukung Pak Hayono, meskipun ini
belum secara resmi sikap kita," tegas Ketua DPD Partai Demokrat NTB Chairil Anwar, saat dihubungi di Mataram, Senin (14/3) siang.
Kendalanya, lanjut Chairil, pencalonan Hayono Isman terbentur AD/ART partai, terutama masalah tata tertibnya. Sebab, dalam aturannya tertuang, salah satu syarat calon Ketua Umum DPP Partai Demokrat adalah, pernah menjadi pengurus partai minimal dua tahun. "Makanya kita berharap, dalam tata tertib nanti ada perubahan di dalamnya, terutama menyangkut syarat menjadi calon ketua umum partai," imbuhnya.
Menurut Chairil, Hayono selama ini tidak pernah terlibat secara resmi di Partai Demokrat. Putra almarhum Mayjen (Purn) Mas Isman ini justru aktif di Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan sampai sekarang juga masih
aktif menjadi Ketua Kosgoro.
Chairil mengakui, Hayono Isman pernah datang ke Mataram bertemu dengan para pengurus DPD Partai Demokrat NTB, akhir Februari lalu. Pertemuannya bersifat silaturrahmi,
meski kemudian berujung pembahasan pencalonan Ketua Umum Partai Demokrat pada kongres yang akan digelar di Surabaya, April mendatang.
Atas pertemuan itu pula, DPD Partai Demokrat punya pemikiran mencalonkan Hayono Isman, meski ada kecenderungan terbentur tata tertib pemilihan calon ketua umum. "Tapi, lagi-lagi memang kendalanya terbentur masalah tata tertib pemilihan," imbuhnya.
Jika pencalonan Hayono terbentur tata tertib, maka Partai
Demokrat NTB telah punya beberapa nama calon, seperti Taufik Effendi yang kini menjabat sebagai Menteri PAN, Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budi Santoso dan kader Partai Demokrat Hadi Utomo.
Sementara itu, Bendahara Partai Demokrat NTB, Edi Paris, mengatakan, nama Hayono Isman sebenarnya berpotensi
menjadi Ketua umum Partai Demokrat. Sebab, jika
dibanding dengan calon yang muncul, namanya lebih
diunggulkan. "Saya berharap nanti tata tertib bisa
lunak. Setidaknya untuk mengakomodir orang-orang luar
yang berpotensi," tegasnya.
Sujatmiko
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Golkar, Wiranto dan Salahuddin Wahid (kiri), pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dan M. Jusuf Kalla (tengah), dan pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hamzah Haz dan Agum Gumelar (kanan), dalam acara dialog (debat) Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]](/hg/photostock/2004/12/09/s_AB04070142_high_thumb.jpg) |
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Golkar, Wiranto dan Salahuddin Wahid (kiri), pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dan M. Jusuf Kalla (tengah), dan pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hamzah Haz dan Agum Gumelar (kanan), dalam acara dialog (debat) Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]](/hg/photostock/2004/12/09/s_AB04070137_high_thumb.jpg) |
| Wiranto, Salahuddin Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, dll
|
|
| Wiranto, Salahuddin Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, dll
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|