Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

120 Desa Lombok Barat Belum Terima Dana Pembangunan
Selasa, 08 Maret 2005 | 17:50 WIB

TEMPO Interaktif, MATARAM :Sebanyak 120 desa di Lombok Barat belum menerima Dana Pembangunan Desa (DPD) selama tiga bulan, sejak Januari hingga Maret 2005. Selama itu pula, para kepala desa wilayah itu juga belum menerima honor. Akibatnya, program bulanan di Lombok Barat terhambat kegiatannya.

Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Kabupaten Lombok Barat mengajukan protes, ke Bupati Lombok Barat. "Jelas kami protes. Bagaimana desa mau menggelar kegiatan jika anggaran dari pemerintah daerah tidak dikucurkan," kata Ketua AKAD Lombok Barat di Mataram, Kamardi, Selasa (8/3).

Kamardi yang juga salah seorang kepala desa di kawasan Lombok bagian utara ini menduga keterlambatan dana pembangunan desa dan honor perangkat desa akan terus berkepanjangan hingga bulan berikutnya. Alasannya, karena hingga sekarang ini APBD tahun 2005 Kabupaten Lombok Barat belum diketok oleh DPRD setempat. "Jangan karena keterlambatan APBD lantas menjadi alasan klasik," ujarnya.

Untuk dana pembangunan masing-masing desa mendapat sebesar Rp 15 juta. Tiap kepala desa menerima honor sebesar Rp 300 ribu, sekretaris desa mendapat Rp 260 ribu, disusul perangkat desa lainnya rata-rata Rp 220 ribu per orang. Selain honor itu, kepala desa juga mendapat hak untuk mengelola tanah pecatu maksimal seluas satu hektare. Para perangkat desa sebagian besar berstatus honorer dan lainnya pegawai negeri sipil yang diperbantukan.

Menurut Kamardi, pihaknya akan menyurati Bupati Lombok Barat, Iskandar dan Ketua DPRD Lombok Barat Lalu Takdir Mahdi. Ia akan meminta pemerintah secepatnya mengatasi masalah keuangan para kepala desa itu. Jika tidak ditanggapi, program-program desa melalui DPD akan terhenti. "Makanya kami berfikir, apakah perlu berutang dahulu ke kabupaten. Kami takut program desa terbengkalai," ujarnya.

Terlambatnya honor untuk perangkat desa beserta DPD ini, sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya, menyusul munculnya keributan di DPRD Lombok Barat akibat perebutan kursi pimpinan dewan. Hingga kini, DPRD Lombok Barat, belum menyelesaikan pembahasan soal APBD.

Sebelumnya, Lalu Takdir Hamdi, mengaku terlambatnya pembahasan APBD akan berdampak pada anggaran. Dia menyebutkan, keterlambatan itu setidaknya menjadi catatan Bupati Lombok Barat. Solusinya, apakah dana yang dikeluarkan untuk sementara menggunakan APBD tahun 2004. "Atau dengan cara lain," ujarnya beberapa waktu lalu.
Keterlambatan biaya pembangunan desa dan honor kepala desa ini telah dua kali terjadi selama dua tahun terakhir ini. l sujatmiko


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data