Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DPRD Banten Desak Pertamina Tambah Pasokan Minyak Tanah
Kamis, 03 Maret 2005 | 21:55 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Ketua DPRD Banten Adi Surya Dharma mendesak PT Pertamina menambah pasokan minyak tanah untuk warga di Provinsi Banten. Pasokan minyak tanah saat ini kurang.

"Di Pandeglang dan Lebak, harga minyak tanah melebihi harga bensin. Tolong Pertamina mengantisipasi, kalau stoknya kurang ditambah lagi biar masyarakat tidak megeluh harga minyak tanah,' kata Adi Surya saat meninjau kesiapan stok Bahan Bakar Minyak di Kantor Unit Pemasaran III Terminal Transit Tanjung Gerem, Merak Banten, Kamis (3/3).

Pihaknya, kata Adi, sudah mendesak Pertamina mencukupi kebutuhan minyak tanah warga Banten sejak setahun lalu saat DPRD mengunjungi Pertamina Transit Gerem dan ke Pertamina Pusat. Tapi, kata dia, permintaan penambahan stok tidak pernah ditanggapi. "Akibatnya, sebentar-sebentar masyarakat dipusingkan dengan langka dan tingginya harga minyak tanah," katanya.

Adi mengatakan, setiap bulan warga Banten kekurangan 40 ribu ton minyak, Sedangkan Pertamina Gerem hanya bisa menyediakan minyak tanah 13.332 liter untuk satu bulan

Sularto, Pejabat Sementara Kantor Pemasaran III Terminal Transit Tanjung Gerem mengakui permintaan masyarakat terhadap minyak tanah di Banten meningkat. Tapi, kata dia, kewenangan menambah stok komoditi ini adalah kewenangan Pertamina Pusat di Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Kabupaten Lebak dan Pandeglang minyak tanah dijual Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter. Agen dan pengecer tidak lagi menerima pasokan minyak tanah.

Kepala Polda Banten Kombes Badrodin Haiti mengaku telah mengetahui bentuk penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggungjawab. Polda akan menyelidiki siapa pelaku penyelewengan itu. "Tunggu sajalah saya sudah mendapat laporan soal itu. Itu terjadi di darat maupun di laut," kata Badrodin kepada Tempo di Merak, Banten. Ia berjanji menindak pelaku penyelewengan BBM.

Kamis (3/3) pagi, beberapa pejabat yang tergabung dalam Musyarakat Pimpinan Daerah) Banten diantaranya Guberbur Djoko Munandar, Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Banten, Kolonel Inf Agus Gusnaidi, Kapolda Banten, Ketua DPRD Adi Suryadharma dan Wakajati Banten Suhaemi, meninjau kesiapan stok BBM PT Pertamina Gerem pasca naikya harga bahan bakar minyak.

Rombongan pejabat ini sempat didemo puluhan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM. Selain ke Pertamina, Gubernur juga meninjau beberapa Stasiun Pengisian Bahan Kabar Umum (SPBU) dan melihat stok beras di gudang Depot Logistik (Dolog) Banten.

"Saya berharap persediaan pangan dan BBM tetap distabilkan seperti sekarang. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk pasca kenaikan BBM," kata Djoko Munandar. l faidil akbar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pemerintah AS Ambil Alih Manajemen Fannie Mae dan Freddie Mac
Capello Belum Puas dengan Cole
Daya Beli Petani Nusa Tenggara Barat Anjlok
Paraguay Kokoh di Puncak, Argentina Puas
Gempa 5,3 SR Landa Laut Maluku  

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data