Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Sopir Angkot Kupang Mogok
Selasa, 01 Maret 2005 | 11:39 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang: Ratusan sopir angkutan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalukan aksi mogok, menuntut pemerintah segera menaikan tarif angkutan. Mereka menuntut ongkos naik, untuk orang dewasa dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500 dan untuk mahasiswa pelajar dari Rp 500 menjadi Rp 1.000. Mereka juga mendesak pemerintah dan Organda menaikan upah sopir karena saat ini upah mereka hanya Rp 250 ribu per bulan

Para sopir angkot mogok sejak pagi hari dan tidak mengoperasikan kendaraan mereka.

Aksi berlangsung tertib namun diawasi ketat aparat kepolisian. Aksi dilakukan dengan melakukan konvoi mengelilingi jalan-jalan utama di Kota Kupang dan berakhir di Gedung DPRD NTT. Dalam dialog dengan unsur pimpinan DPRD NTT, para sopir angkot mendesak agar pemerintah secepatnya menyesuaikan tarif angkutan kota dengan harga BBM.

Ketua DPRD NTT, Melkianus Adoe, dan anggota Fraksi PDIP NTT, Yan Sehandi, kepada para sopir angkot mengatakan, akan segera meminta Gubernur menjawab tuntutan mereka.

Selain ratusan sopir angkot, ratusan mahasiswa dan pemuda melakukan aksi yang sama di Gedung DPRD NTT. Mereka menilai, kebijakan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menaikan harga BBM merupakan tindakan yang sangat bertentangan dengan janji-janji sebelumnya. Para demonstran berpendapat, SBY-Kalla tidak lagi berpihak pada rakyat, karena di bawah tekanan IMF, bank dunia, dan negara-negara kaya.

Ratusan mahasiswa dan pemuda ini menolak berdialog di dalam Gedung DPRD, dan memilih bertahan di bagian depan Gedung. Para demonstran menilai, kenaikan harga BBM ini semata-mata untuk kepentingan pemerintah dan bukan masyarakat. Karena itu, mereka mendesak untuk segera menangkap para koruptor dan harta kekayaan disita untuk kepentingan rakyat.

Jems de Fortuna

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke membeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621]. Protes Forkot (forum kota) menolak kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), telepon dan listrik dengan spanduk
Pompa Bensin
Protes Menolak Kenaikan BBM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pelajar di Palembang Keluhkan Kenaikan Tarif Angkot
Kenaikan BBM Diduga Diumumkan Malam ini
BBM Kemungkinan Naik Malam Ini
KAMMI NTB Tolak Kenaikan Harga BBM
Buruh Tangerang Mengeluh Kenaikan Harga Makanan
Minyak Tanah di Kota Palu Langka
Rencana Kenaikan BBM Belum Pengaruhi Susu Kemasan
Purnomo: Kenaikan BBM Mencapai 29 Persen
Presiden Yudhoyono Rela Tak Populer Karena BBM
DPR Belum Setujui Kenaikan BBM
> selengkapnya...


Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik
Harga Elpiji Naik Karena Intervensi Pemerintah
Stoner Dihantui Cedera Lama

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data