|
Nusa
KAMMI NTB Tolak Kenaikan Harga BBM
Senin, 28 Pebruari 2005 | 12:22 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram: Sekitar 50 anggota Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia Nusa Tenggara Barat
(KAMMI NTB) berkeliling kota dengan berjalan kaki melakukan aksi menolak kenaikan harga
bahan bakar minyak (BBM), Senin (28/2) siang. Dari pintu utara kampus Universitas Mataram,
mereka menuju perempatan Bank Indonesia di jalur utama kota Mataram. Setelah itu, mereka
mendatangi Stasiun Radio Republik Indonesia Mataram.
Di sana, melalui acara Lintas Terkini, pukul 11.30 Wit, pernyataan sikap penolakan
kenaikan BBM tersebut dibacakan Ketua KAMMI NTB Nurhuda dan Kordinator Lapangan Dedi
Sofyan. KAMMI NTB dengan tegas menolak kenaikan harga BBM. "Hendaknya Susilo Bambang
Yudhoyono tidak merealisasikan niatnya yang tidak bijak," ujarnya.
Lima item pernyataan sikap mereka adalah menuntut pemerintah tidak menaikkan harga BBM,
memberantas koruptor yang merugikan negara, mengganti tim ekonomi pemerintah, mengubah
kebijakan ekonomi pemerintah menjadi ekonomi yang berbasis kerakyatan, dan subsidi tepat
sasaran.
Kenaikan harga BBM karena alasan harga di dalam negeri Rp1.800 sedangkan di luar negeri
Rp 3.200 per liter, tidak logis. Sebab, wajar harga BBM di luar negeri tinggi karena
pendapatan per kapita penduduknya tinggi. Sedangkan di Indonesia, pendapatan per kapita
penduduknya rendah.
Menurut mereka, harga BBM belum naik tetapi masyarakat telah menjadi
resah. Sebab kawatir dampaknya terhadap harga sembako. Kenaikan harga
BBM dinyatakan oleh KAMMI NTB akan tambah menyengsarakan rakyat.
Supriyantho Khafid-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Karlina Leksono ditangkap polisi pada protes ibu peduli susu di bundaran HI, Jakarta [Bodi Chandra/ DR; 2000/05/22].](/hg/photostock/2005/02/15/s_00052212_high_thumb.jpg) |
 |
|
|
| Protes Kenaikan Harga BBM
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|