Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

NTB

Butuh Rp 70 Miliar untuk Pilkada di NTB
Minggu, 19 Desember 2004 | 14:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sedikitnya Rp 70 miliar untuk menggelar Pemilihan Kepala Daerah di enam kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Juli 2005 mendatang. Anggaran sebesar itu sebagai taksiran Divisi Logistik dan Organisasi Pemilu KPU NTB. Satu contoh saja, pihak KPU Kota Mataram telah menghitung sekitar Rp 8,3 miliar untuk pemilihan
Walikota Mataram. Kemungkinan, biaya untuk kabupaten lain akan lebih besar.

Pertimbangannya, seperti jumlah penduduk, lokasi luas wilayah yang medannya sulit dijangkau, dan perhitungan ongkos cetak surat suara dan biaya untuk operasional Tempat Pemungutan Suara. "Jadi, ya perkiraan awal biayanya sekitar Rp 70
miliar. Tapi juga bisa lebih," kata Lalu Ahmad Yani, Ketua Divisi Logistik dan Organisasi Pemilu KPU NTB, di kantornya, di Mataram, Sabtu (18/12) siang.

Pada Juli 2005 nanti, Provinsi NTB akan menggelar pemilihan kepala daerah di enam kabupaten dan kota. Yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu dan
Kabupaten Bima. Khusus untuk Kabupaten Sumbawa Barat-yang baru saja terbentuk akhir 2003- kini telah siap menggelar pemilihan bupatinya. Menyusul telah dilantiknya anggota KPU Sumbawa Barat, oleh KPU NTB, pada Sabtu (18/12).

Menurut Ahmad Yani, untuk menghitung alokasi anggaran pilkada, di antaranya ada beberapa cara. Seperti, menggunakan anggaran ketika digelar Pemilu 2004. Misalnya, berapa KPU di kabupaten/kota itu mengajukan Penyediaan Pembiayaan Kegiatan Operasional (PPKO) ke pusat-biaya APBN. Komponennya, seperti biaya pemilihan, biaya sosialisasi, biaya pendataan pemilih, gaji anggota KPU dan secretariat. Selain itu, juga ada tambahan biaya-biaya tidak terduga, seperti cetak surat suara.

"Karena, pada pilkada kali ini, surat suara dicetak sendiri oleh daerah. Ini beda dengan pemilu dimana surat suara didatangkan dari pusat," paparnya. Tapi, pada pilkada ke depan, apakah nantinya masih menggunakan biaya dari APBN atau justru murni dari APBD. Sebab, jika mengacu pada aturan yang baru, khususnya konsep otonomi daerah, nantinya biaya-biaya dari pusat sudah disetop dan gantinya biaya langsung dari APBD. "Aturan itulah yang akan kita tunggu,"
tegasnya.

Sujatmiko-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mendagri Belum Pastikan Selesainya PP Pilkada
Pilkada di Riau pertama Juni 2005
Akhir Desember Ratusan Pejabat Bakal Dimutasi
KPU Jambi Ajukan Rp 50 Miliar untuk Pilkada Langsung
Sembilan Tersangka Penyerbu Kampus UN Gorontalo Ditangkap
Pemilihan Kepala Daerah Sejumlah Kabupaten Di Sumsel Terancam Tertunda
Agar Pilkada Terwujud, Perlu Peraturan Pemerintah
Margiono, Jadi Ketua Bakor Kota Cipasera
Gubernur Ali Mazi Terpilih Jadi Ketua Golkar
Pejabat Ramaikan Bursa Calon Ketua DPD Golkar
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 151 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
UU Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

Website

Departemen Dalam Negeri
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data