|
Nusa Tenggara Timur
Korban Gempa Bumi Alor Diguyur Hujan Lebat
Senin, 22 November 2004 | 12:23 WIB
TEMPO InteraktifKalabahi, : Ribuan pengungsi korban gempa Alor saat ini diguyur hujan lebat sejak pagi tadi, Senin (22/11). Para pengungsi terpaksa bertahan dan mencari perlindungan di bawah pohon dan lereng-lereng gunung.
Sebagian besar perkampungan masih kosong, karena ditinggalkan oleh penghuninya. Saat berita ini dilaporkan, hujan lebat masih menguyur Kecamatan Alor Timur Laut, sebagian Kecamatan Alor Selatan dan sebagian Kecamatan Alor Timur.
Informasi yang diterima Tempo dari pos penanggulangan bencana Alor, ketiga Kecamatan tersebut, masih membutuhkan bantuan tenda dan terpal.
Sementara itu, di sekitar Kota Kalabahi, dan sebagian Kecamatan Alor Tengah Utara ditutupi awan tebal. Kemungkinan besar, hujan lebat akan mengguyur kota Kalabahi dimana saat ini ribuan warga masih tetap bertahan di luar rumah.
Ratusan korban gempa yang mengalami luka berat dan ringan masih menjalani perawatan di tenda-tenda darurat sekitar Rumah Sakit umum Kalabahi.
Delapan orang tim kesehatan dari Brigade Siaga Bencana Departemen Keseharan RI, telah tiba di Kalabahi, dan akan segera menuju ke lokasi yang mengalami kerusakan terparah.
Tim kesehatan ini membawa 21 koli obat-obatan anti biotik, anti malaria, oralit, penjernih air cepat, kaporit, dan kantong sampah.
Direncanakan tim kesehatan ini akan segera disebarkan ke pos-pos kesehatan untuk membantu menangani para korban gempa. Tim ini juga akan mengadakan imunisasi secara massal kepada balita dan anak-anak usia 15 tahun kebawah.
Dokter Rizal kepada Tempo mengatakan, tim tersebut akan bekerja secara maksimal guna mengatasi tiga jenis penyakit yang sementara mengancam para korban. Sampai dengan Senin (22/11) siang, jumlah penderita malaria yang telah mendapatkan perawatan sebanyak 110 orang. Penyakit infeksi saluran pernafasan atas 820 orang, dan diare 291 orang.
Sedangkan penyakit ikutan lainnya, seperti sakit kepala, perut kembung, batuk jumlahnya mencapai 760 orang. Saat ini, masyarakat Kabupaten Alor masih panik karena pada pukul 03.00 WITA dinihari sempat terjadi gempa susulan mambuat ribuan warga berhamburan keluar rumah.
Jems De Fortuna - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|