Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Aktivitas Belajar Mengajar di Alor Masih Lumpuh
Senin, 22 November 2004 | 10:22 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Hari pertama kegiatan belajar-mengajar di Kabupaten Alor belum berjalan normal. Begitupun aktivitas perkantoran di Kota Kalabahi.
Hal ini diakibatkan gempa susulan yang masih terus terjadi hingga Senin (22/11) dinihari. Masyarakat sempat panik.

Pantauan Tempo di Kecamatan Teluk Mutiara, sebagian besar siswa yang semula datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar terpaksa dipulangkan karena ruangan-ruangan kelas masih belum diperbaiki.

Sementara, tenda darurat yang dijanjikan oleh pemerintah sampai dengan siang ini belum didistribusikan ke sekolah-sekolah tersebut. Di SD Binongko misalnya, semua siswa sudah dipulangkan pada pukul 10.00 Wita. Sementara di SD GMIT Lawahing kegatan belajar-mengajar tetap berjalan, namun pelaksanaannya dibawah pohon dan didua ruangan kelas yang bangunannya tidak mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Alor Sinsigus Pulingkam, yang dihubungi Tempo menyatakan, terdapat 66 gedung sekolah SD, SMP, mengalami kerusakan total, 149 mengalami kerusakan berat, dan 98 mengalami kerusakan ringan.

Dari keseluruhan sekolah tersebut, kurang lebih 5000-an siswa belum dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar secara normal. Diperkirakan aktivitas persekolahan akan mengalami kemcetan paling lama dalam waktu seminggu kedepan.

Khusus sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan total dan kerusakan berat, pemerintah berupaya untuk menyediakan tenda-tenda darurat. Sedangkan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan ringan masih menunggu rekomendasi dari dinas pemukiman dan prasarana wilayah, apakah bangunan yang rusak tersebut masih bisa digunakan atau tidak.

Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat dan kerusakan total saat ini sangat membutuhkan bantuan buku pelajaran pokok, buku pegangan guru, dan pakaian seragam. Diharapkan lembaga-lembaga kemanusiaan maupun pemerintah pusat dapat membantu menyediakan kebutuhan sekolah dimaksud.

Jems De Fortuna - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah akan Bahas Kerugian di Alor, Selasa Depan
Mega Disambut Isak tangis Pengungsi Alor
Korban Tewas di Alor Menjadi 28 Orang
Gempa Susulan di Alor Tewaskan Dua Warga
Korban Tewas Gempa Alor 25 Orang
Kondisi Pengungsi Alor Masih Memprihatinkan
Empat Menteri Tinjau Lokasi Gempa Alor
Aktivitas Glodok Akan Normal Kembali Rabu
Polisi: Pelaku Peledakan Bom Poso Belum Ada
Korban Akibat Gempa di Alor Jadi 23 Orang
> selengkapnya...


Website

Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data