|
Nusa
Gempa Susulan Mengguncang Saat Umat Kristiani Beribadah
Minggu, 21 November 2004 | 10:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gempa susulan sekitar pukul 11.00 Waktu Indonesia Bagian Tengah mengguncang di Alor. Warga di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, itu pun berhamburan menuju tanah lapang.
Gempa dengan kekuatan di bawah 6 Skala Richter ini juga membuat panik umat Kristiani yang tengah beribadah ke gereja. Mereka berusaha menyelamatkan diri di tempat-tempat terbuka.
Meski goncangan yang dirasakan relatif kecil dibanding gempa sebelumnya, lama getarannya berkisar 5 detik. Bangunan rumah yang berjendela kaca, pemiliknya menjadi was was.
Sampai dengan Minggu siang, bantuan kemanusiaan terus mengalir dari lembaga-lembaga kemanusiaan. Sebagian besar bantuan yang sudah datang langsung didistribusikan. Para korban antara lain mendapatkan bantuan terpal dan tenda.
Sementara itu, kebutuhan lampu yang saat ini padam, belum ada aklternatifnya. Perusahaan Listrik Negara setempat masih memberlakukan pemadaman listrik di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Alor Timur Luat, Kecamatan Alor Tengah Utara, dan Kecamatan Alor Timur.
Korban gempa menyesalkan pemerintah pusat yang terkesan kurang peduli. Menurut Ketua Yayasan Peduli Timor Barat Ferdi Tanone, pernyataan Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, bahwa total kerugian gempa sebesar Rp 160 miliar.
Angka tersebut, kata dia, terkesan mengada-ada dan sangat tidak benar karena tak kurang dari 16 ribu rumah rusak. Itu belum termasuk perkantoran, rumah ibadah, dan fasilitas sekolah.
Selain itu, terdapat kerusakan jalan, jembatan, dan saluran irigasi yang apabila di konversi ke dalam rupiah, totalnya justru lebih dari Rp 160 miliar.
Jems de Fortuna-Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|