|
Korban Gempa yang Terserang Penyakit Meningkat
Sabtu, 20 November 2004 | 10:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban gempa di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang terserang penyakit terus meningkat dalam dua hari terakhir.
Penderita penyakit malaria dalam dua hari terakhir meningkat 50 persen. Jika Kamis (18/11) jumlah penderita baru 58 orang, Sabtu pagi ini sudah bertamhah menjadi 79 orang.
Sedangkan penyakit infeksi saluran pernafasan atas mengalami kenaikan sebesar 25 persen, yakni dari 117 penderita pada dua hari lalu menjadi 142 penderita hari ini.
Sementara penyakit diare untuk sementara masih 31 penderita. Korban gempa kini mulai terkena penyakit lambung.
Menurut Kepala Dinas Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur Paul Manumpil, sudah 811 penderita yang mendapatkan perawatan dari tim medis.
“Penderita ketiga jenis penyakit ini jumlahnya akan terus bertambah, karena masih ada ribuan warga yang tidur di tempat terbuka dan terkena gigitan nyamuk malaria,” kata Paul di Kalabahi, Kabupaten Alor.
Selain itu, masalah kekurangan air bersih sangat mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga dapat berakibat fatal bagi kesehatan masyarakat. Pemerintah sudah mensuplai air bersih ke ketiga kecamatan yang porak poranda akibat gempa.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Alor juga melakukan kapurisasi di sejumlah sumur dan sumber-sumber yang terdekat dengan perkampungan warga,” katanya.
Menurut dia, pemerintah dan pos penanggulan bencana Kabupaten Alor saat ini masih membutuhkan bantuan obat-obatan seperti obat antibiotik, diare, malaria, piretik, oralit, dan obat batuk. Juga makanan pendamping ASI untuk 500 anak balita.
Kabupaten Alor juga masih membutuhkan tenaga medis sebanyak dua orang dokter dan enam orang paramedis. Kebutuhan tenaga dokter ini untuk membantu tenaga dokter setempat yang sudah kelelahan.
Jems De Fortuna - Tempo/b>
INDEKS BERITA LAINNYA :
|