Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Total Kerugian Gempa Alor Lebih Dari Rp 100 Miliar
Jum'at, 19 November 2004 | 09:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah daerah Kabupaten Alor memperkirakan, total kerugian akibat gempa tektonik di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur lebih dari Rp 100 miliar.

Perkiraan ini berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan pemerintah daerah. Kerugian itu ada kemungkinan akan lebih besar lagi, karena Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Alor dan Provinsi Nusa Tenggara Timur masih terus melakukan pendataan.

Kerugian terbesar adalah kerusakan sarana dan prasarana umum, bangunan sekolah, rumah ibadah, serta rumah penduduk.

Bupati Alor Ans Takalapeta mengatakan, tahap pertama ini pemerintah dan sejumlah lembaga kemanusiaan memfokuskan pada proses pendistribusian obat-obatan, tenda, makanan, dan rehabilitasi psikologis.

Tahap kedua, pemerintah akan membangun rumah-rumah darurat yang akan di fungsikan selama kurang lebih satu tahun. Selanjutnya, pemerintah merencanakan untuk membangun perumahan dengan konstruksi tahan gempa.

Pada tahapan ini, pemerintah akan mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten, APBD provinsi, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005.

“Kegiatan belajar mengajar dan aktivitas peribadatan dalam tahapan emergensi ini akan dikonsentrasikan di tenda-tenda darurat,” kata Ans Takalapeta.

Mengenai biaya pendidikan siswa dari keluarga miskin, menurut dia, pemerintah mengupayakan untuk membebaskan biaya pendidikan atau memberikan beasiswa.

Khusus rekonstruksi bangunan tahan gempa, menurut bupati, pemerintah akan mendesain sedemikian rupa selayaknya rumah-rumah tahan gempa yang ada di Jepang.

Saat ini pemerintah dan tim relawan sudah berhasil menjangkau wilayah-wilayah yang terisolir, sehingga proses pendistribusian bantuan sudah merata.

Bupati Alor mengakui, adanya dampak ikutan seperti serangan berbagai penyakit telah melanda sebagian warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat. Kabupaten Alor saat ini juga membutuhkan tenaga dokter spesialis seperti dokter ahli anak, ahli bedah Tulang, dan psikolog.

Jems De Fortune - Tempo




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ribuan Pengungsi Korban Gempa Masih Bertahan di Lereng-lereng Gunung
Akibat Longsor, Jalur Cianjur Selatan Terputus
Gempa di Palu 5,3 Skala Richter Rabu Pagi
Bandar Udara Waioti Mulai Beroperasi
Gunung Kerinci Berstatus Waspada
Gunung Bromo Belum Aman
Kekeringan di Wonogiri Makin Meluas
Beberapa Desa di Nias Belum Lakukan Pencoblosan
Gunung Kerinci Tertutup Untuk Pendaki
Hanya 30 Persen Telaga di Gunungkidul Berisi Air
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Departemen Sosial
Situs INFORM


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ormas Islam Sumsel Minta SK Gubernur Soal Ahmadiyah Tak Dianulir.
Arus Balik Dari Purwokerto Tiket Kereta Habis
Pengamat: Keputusan Memecat Agus Condro Terlalu Cepat
Tiga Kecamatan di Pasuruan Kekurangan Air
Calon Legislator Perempuan Kota Probolinggo Tak Sampai 30 Persen

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data