Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Korban Tewas Gempa Alor 25 Orang
Selasa, 16 November 2004 | 12:54 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang: Korban tewas akibat gempa bumi di Alor, Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 25 orang setelah dua korban yang dirawat di rumas sakit menghembuskan nafas terakhir Selasa (16/11).

Satu dari dua korban yang baru tewas bernama Margareth Moymaley, umur 11 bulan. Margareth sebelumnya mengalami shock berat, sedangkan Hengky Aleks yang juga baru menghembuskan napas terakhir di rumah sakit Kalabahi, Alor, mengalami luka-luka dibagian kepala, badan dan kaki akibat reruntuhan bangunan.

Sementara korban luka berat yang berhasil diidentifikasi sebanyak 118 orang, luka ringan 119 orang. Bangunan rumah rakyat yang rusak sebanyak 4.290 buah, 2.978 di antaranya rusak berat.

Menurut Mesakh Ngatabei, petugas posko penanggulangan bencana gempa bumi Alor, fasilitas lain yang turut porak-poranda yakni gedung perkantoran 127 unit rusak total, 71 unit rusak berat, dan 77 rusak ringan. Sedangkan rumah ibadah masjid dan gereja yang rusak total mencapai 114 buah, rusa berat 126 dan rusak ringan 52 gedung.

Gedung sekolah yang rusak total sebanyak 46 buah, rusak berat 65 dan rusak ringan 55 sekolah. Infrastruktur yang ikut berantakan yakni jalan raya sepanjang 110 kilometer, 8 buah jembatan putus dan kerusakan pada landasan pacu bandar udara Mali sepanjang kurang lebih 50 meter.

Hingga saat ini, sedikitnya 50 ribu warga dilaporkan masih bertahan di tempat terbuka dan sebagian besar berlindung di lereng gunung. Puluhan pengungsi saat ini mulai terserang berbagai penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan atas, malaria serta diare.

Intensitas gempa masih terjadi dan sejak Jumat lalu sudah 685 kali gempa susulan, dan hanya sekitar 99 kali yang dirasakan dan sisanya hanya tercatat alat seismograsi.

Sedikitnya sembilan desa di Kecamatan Alor Timur Laut dan Kecamatan Alor Tengah masih terisolir dan tim relawan belum berhasil menjangkau ke-sembilan desa tersebut untuk mengidentifikasi korban dan kerugian yang dialami. Sembilan desa tersebut yakni Desa Tido, Kenari Mbara, Lipan, Mangantuati, Talbay, Pasi, Lakuati, Pasakdeta dan Dapitau.

Jems De Fortuna - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kondisi Pengungsi Alor Masih Memprihatinkan
Empat Menteri Tinjau Lokasi Gempa Alor
Aktivitas Glodok Akan Normal Kembali Rabu
Polisi: Pelaku Peledakan Bom Poso Belum Ada
Korban Akibat Gempa di Alor Jadi 23 Orang
Gempa di Palu 5,3 Skala Richter Rabu Pagi
Gunung Soputan di Minahasa Meletus
Gempa Guncang Denpasar
Status Siaga, Pendakian Rinjani Ditutup
Gunung Rinjani Mengeluarkan Letupan
> selengkapnya...


Website

Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data