|
Nusa Tenggara Barat
Empat Tahanan Kabur dari LP Mataram
Jum'at, 22 Oktober 2004 | 15:48 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram: Empat orang tahanan kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jum'at siang (22/10). Tiga berhasil ditangkap karena masih berada di sekitar tembok penjara itu. Satu orang, Iman Jaya Alias Aka Baniudin,23, tahun,
terpidana 15 tahun kasus pembunuhan asal Sumbawa berhasil lolos.
Empat orang itu kabur, menurut Kepala Sub Kesatuan Keamanan Lapas Mataram, Tjahja Rediantana, memanfaatkan waktu sholat Jum'at, lewat terali yang terpasang di atas pemandianumum. Setelah memotong terali dengan gergaji
kecil, mereka menuju pos 4 yang dijaga oleh Putut
Sriyanto, petugas Lapas Mataram. Putut diserang, tembakan dilepaskan. Petugas yang berada di masjid langsung berhamburan dan menyisir tempok LP. I Ketut Mantra,30, tahun tahanan kasus pembunuhan dan perkosaan di Lombok Barat ditangkap saat berada di berenggang- batas antara tembok luar dengan tembok dalam. Sedangkan, Jamaludin (23 tahun), terpidana 17 tahun kasus pembunuhan di Sumbawa dan Sukiman (20 tahun) tahanan kasus pencurian mutiara di Sekotong Lombok Barat, ditangkap saat memanjat tembok LP setinggi 4 meter.
Kasus kaburnya napi dan tahanan di LP Mataram
tercatat sudah empat kali dalam lima tahun
terakhir. Kasus terbesar terjadi saat Pemilu 6 Juni 1999, 49 napi dan tahanan kabur, setelah mencederai sipir. Menurut Kepala LP Mataram, Jauhar Fardin jumlah penghuni di LP Mataram tak sesuai dengan kapasitasnya. Tercatat 203 orang narapidana dan tahanan. Di LP itu terdapat 26 kamar, satu kamar diisi 15 orang. "Idealnya, maksimal 7 orang,"kata Jauhar.
Agar satu orang napi yang kabur tak lolos pihak LP bekerjasama dengan polisi setempat memperketat jalan pintu keluar Pulau Lombok. Seperti di Pelabuhan Laut Lembar, Kayangan dan Pototano.
Sujatmiko
INDEKS BERITA LAINNYA :
|