Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Gunung Egon Meletus, 2.000 Warga Dievakuasi
Kamis, 09 September 2004 | 16:16 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kembali meletus.
Sekitar 2.000 warga dari dua desa yang berada pada radius bahaya terpaksa dievakuasi ke beberapa lokasi aman.

Berbagai material berupa batu-batuan, pasir, serta debu belerang disemburkan dari perut bumi dengan ketinggian mencapai 3.000 meter dari puncak gunung.

Pemerintah setempat dan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akhirnya menetapkan status awas, dan warga disekitar lereng gunung diminta tidak mendekat ke arah gunung.

Bupati Sikka, Alex Longginus, yang dihubungi Kamis (9/9) mengatakan, letusan pertama terjadi pada Minggu (5/9) dan terus meningkat dalam sepekan terakhir. Meski tidak ada korban jiwa, namun ribuan hektare tanaman perkebunan warga sepeti kopi, kakau, vanili, cengkeh dan berbagai komoditi pertanian lainnya mulai mengering.

“Pemerintah sudah menyalurkan bantuan darurat seadanya seperti makanan dan obat obatan. Tetapi yang terpenting adalah pemerintah pusat perlu memberikan bantuan dalam rangka rehabilitasi jalan guna membuka isolasi dalam rangka kelancaran evakuasi warga, jika sewaktu-waktu terjadi situasi kritis,” kata Longginus.

Menurut Alex, letusan terjadi Selasa dan Rabu. “Kemungkinan akan terjadi letusan dan bencana yang lebih besar, sehingga Badan Vulkanologi merekomendasikan untuk segera mengisolasi gunung dari aktivitas manusia. Proses evakuasi warga ke lokasi aman sementara dilangsungkan, namun hanya beberapa kilometer dari radius aman karena sulitnya transportasi,” katanya.

Sementara itu, Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung sejak Kamis (9/9) mengeluarkan peringatan keras kepada warga agar menjauh dari lokasi letusan. Rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah alat seismografi dan petugas pemantau Gunung Egon menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas berupa semburan asap dan material.

Rekomendasi yang dikeluarkan berdasarkan hasil kajian dalam sepuluh bulan terakhir, di mana siklus perubahan dan aktivitas letusan terus meningkat sejak Januari 2004 dan kembali terjadi bulan Juli lalu dan akan terus meningkat menjadi letusan lebih besar pada September ini.

Menurut catatan Badan Vulkanologi, pada letusan bulan Juli lalu, ketinggian asap hanya mencapai 500-700 meter, namun pada letusan yang terjadi saat ini ketinggian asap mencapai 3.000 meter dari kawah gunung.

Oleh karena itu, pada siklus ini letusan akan semakin besar dan material yang dikeluarkan dari perut bumi berupa butiran-butiran pasir akibat tekanan gas kemungkinan dalam jumlah yang lebih besar.

Jem’s de Fortuna

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gunung Kerinci Berstatus Waspada


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data