Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Mataram

Nelayan NTB Diminta Waspadai Badai Tropik
Sabtu, 17 Juli 2004 | 17:21 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram: Nelayan tradisional di Provinsi Nusa Tenggara Barat diharap mewaspadai munculnya badai tropik (tropical storm) yang muncul tiba-tiba dalam pekan-pekan ini. Badai tropik ini dampak dari munculnya awan comulonimbus yang berpusat di belahan bumi utara tapi melintas di atas daratan Papua dan NTB.

"Ya dalam pekan-pekan ini, memang nelayan tradisional perlu waspada jika turun melaut," kata Catur Winarti, prakirawati dari Badan Meteorologi dan Geofisika Selapangan, Mataram, Sabtu (17/7) siang.

Peringatan dari BMG Selaparang ini merespon hanyutnya enam nelayan warga Desa Karumbu dan Desa Duma, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, yang diterjang badai tropik, dan terseret hingga ke perairan Hindia, Selasa lalu. Meski perahu mereka tenggalam, tapi enam nelayan itu selamat setelah ditolong kapal Tirta Mas yang kebetulan melintas di perairan. Para nelayan itu sempat terkatung-katung beberapa jam di perairan laut Hindia.

Menurut Catur Winarti, badai tropik yang melintas di atas daratan NTB efektif muncul mulai (13/6) lalu.
Bagai ini, memang kerap muncul di saat musim kemarau memuncak. Yang dikhawatirkan, badai ini punya sifat
kerap muncul mendadak sesuai dengan sifatnya. Tapi, badai tropik ini sangat berbahaya untuk landasan pesawat terbang dan juga bagi nelayan.

Badai tropik yang muncul sepekan ini mempunyai kecepatan rata-rata 15 knot atau jika dikonversikan ke perairan laut bisa mencapai 2 meter tinggi gelombang laut. Tinggi gelombang itu jelas berbahaya bagi keselamatan perahu, khususnya untuk nelayan tradisional. "Dua meter untuk ukuran nelayan sudah berbahaya," paparnya. Dia berharap, nelayan mengikuti irama cuaca. Sebab, kendati sekarang ini kemarau masih panjang, tapi angin yang bertiup cukup keras dan kadang-kadang disertai hujan deras.

Sujatmiko - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

14 Penumpang Kapal Tanker ‘Kanoka’ Selamat
Kapal Muatan Barang Hilang di Perairan Sulawesi
Tujuh Warga Hilang di Laut Biak Ditemukan
13 Penumpang KM Mufakat I Selamat
KM Arto Moro I Tenggelam
Kapal Tenggelam di Pasaman Barat, 2 Tewas
Bertambah, Korban Meninggal Akibat Kapal Tenggelam di Talaud
KM Untung Jaya Ditemukan Tim SAR Kendari
SAR Kendari Temukan KM Untung Jaya
Badai Karamkan Dua Kapal
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data