|
Nusa Tenggara Barat
Jenazah TKW Asal Lombok Terkatung-katung
Kamis, 20 Mei 2004 | 12:46 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Jenazah Seni Johan binti Durasif, 24 tahun, tenaga kerja wanita (TKW) asal Lombok, yang meninggal di Amman, Yordania, sudah lima bulan belum juga dikirim ke keluarganya.
Keterlambatan diduga karena kesalahan penulian alamat asal dan keluarga ditambah ketidakjelasan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) tempatnya berangkat ke luar negeri.
Catatan di Dinas Tenaga Kerja Nusa Tenggara Barat, Seni Johan meninggal dunia pada pertengahan Desember 2003. Namun hingga kini penyebab kematian TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu belum jelas, apakah karena kecelakaan kerja atau sakit. "Belum jelas kematiannya," ujar seorang staf di Disnaker NTB, Kamis (20/5) siang.
Identitas Seni Johan sendiri telah diketahui. Wanita naas ini berasal dari Dusun Buwuh, Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Tapi ada perbedaan nama orang tuanya yang tercatat di keluarganya bernama Ruminah, sementara yang tercatat di paspor bernama Hanan binti Mansyur.
Namun perbedaan identitas orang tua TKW itu telah dicatat dan akan segera dikirimkan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jakarta. Sesuai permintaan pejabat di Jakarta, agar Dinas Tenaga Kerja NTB melengkapi kekurangan identitas almarhumah Seni Johan.
Sementara itu data dari Balai Pelayanan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP2TKI) Mataram, NTB, menyebutkan, terkait dengan pengiriman jenazah Seni Johan, instansinya kini tinggal menunggu kabar dari Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI), Departemen Luar Negeri. Sebab, data-data soal kekurangan identitas berikut urusan menyangkut kepulangan jenazah telah diberitahukan.
"Kita tinggal menunggu kabar saja dari Departemen Luar Negeri. Sebab, masalah kepulangan ini juga telah dapat catatan dari Depnakertrans sebagai lembaga yang membiayai kepulangan," tegas Purnomo Rahardjo, Kepala BP2TKI Mataram, pada Tempo News Room, Kamis (20/5) siang.
Menurut Purnomo, kendala penyebab telatnya pengiriman karena BP2TKI kesulitan melacak PJTKI mana yang memberangkatkan almarhum Seni Johan sampai ke Yordania. Dia menduga bahwa TKW itu statusnya ilegal. Alasannya, selama ini tidak ada TKW asal Indonesia yang bekerja ke Yordania. "Makanya saya menduga TKW itu ilegal," imbuhnya.
Kendati berstatus ilegal, lanjut Purnomo, soal kepulangan tetap didanai oleh Depnakertrans juga. Alasannya, karena masih ada hubungannya dengan tenaga kerja. "Memang repot. Tapi itulah realitanya," imbuhnya.
Data di BP2TKI Mataram menyebutkan, kasus TKI/TKW yang meninggal di luar negeri, ada kecenderungan naik. Pada tahun 2002 jumlah TKI/TKW yang meninggal sebanyak 21 orang, sebagian besar bekerja di Malaysia. Tahun 2003 jumlah TKI/TKW yang meninggal sebanyak 32 orang, juga sebagian besar bekerja di Malaysia.
Data tahun 2004 terhitung Januari hingga Mei ini tercatat sudah 20 orang meninggal, termasuk di dalamnya adalah almarhumah Seni Johan. Rata-rata mereka meninggal karena sakit dan kecelakaan lalu-lintas.
Sujatmiko - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|