|
Kupang
Gunung Sirung di Alor Dalam Status Waspada
Minggu, 16 Mei 2004 | 15:00 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Sampai Minggu (16/5), Pemerintah Kabupaten Alor masih memberlakukan status waspada bagi Gunung Sirung yang meletus Kamis (13/5).
Hingga kemarin, aktivitas gunung dilaporkan tetap mengeluarkan semburan materil, lahar panas dan asap hitam dari perut bumi.
Bupati Alor, Ans Takalapeta, yang dihubungi melalui saluran telepon mengatakan telah mengirim sebuah tim ke Desa Mauta, Kecamatan Pantar, lokasi dimana Gunung Sirung berada.
Warga yang berdomisili di sekitar lereng gunung diminta tidak panik dan cemas dan terus melakukan rutinitas seperti biasa karena letusan yang terjadi hanya
fenomena alam sebuah gunung berapi.
"Dari hasil pemantauan tim bahwa aktifitas gunung
masih berjalan. Namun warga diminta untuk tetap melakukan aktifitas sebagaimana biasa dan tidak perlu mengungsi ke luar desa, karena semburan yang dikeluarkan dari kawah gunung merupakan gejala biasa sebuah gunung berapi," katanya.
Untuk mengetahui perkembangan aktifitas gunung, lanjut Takalapeta, pihaknya telah menempatkan seorang petugas dilengkapi dengan alat seismografi untuk mencatat perkembangan yang terjadi sehingga dapat diinformasikan kepada masyarakat.
Kepala Linmas Kabupaten Alor, Amin Dopu, yang dihubungi wartawan di Kalabahi, Ibukota kabupaten Alor mengakui telah menetapkan status waspada terhadap Gunung Sirung. "Pemkab Alor menetapkan status waspada setelah tim yang diturunkan melaporkan bahwa aktifitas gunung masih berjalan dan banyak pepohonan yang mati akibat semburan lahar panas dari kawah gunung," katanya.
Gunung berapi Sirung adalah salah satu gunung berapi aktif di Pulau Pantar bagian barat. Pada letusan pekan lalu, Gunung Sirung sempat mengeluarkan abu putih, asap hitam pekat, lumpur dan batu-batuan vulkanik. Selain itu, sempat terjadi beberapa kali gempa tektonik dengan skala kecil.
Gunung dengan ketinggian 862 meter diatas permukaan laut dan berada pada posisi 08 30"8217; 36 derajat Lintang Selatan dan 124 08"8217; 54 derajat Bujur Timur ini pernah meletus pada tahun 1852, 1899, 1927, 1934, 1947, 1953, 1960, 1975, 1998.
Jem's de Fortuna - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|