Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Barat

KPU Disesalkan Soal Kampanye Pilpres
Sabtu, 15 Mei 2004 | 15:06 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ali Masykur Musa menyesalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak profesional karena membiarkan para bakal calon presiden dan wakil presiden melakukan curi start kampanye sebelum waktunya.

Menurut Ali Masykur, KPU tidak peka dan lambat membuat rambu kampanye pemilihan presiden. Karena itu celah kelemahan tersebut dimanfaatkan oleh para calon peserta pemilu.

Seperti yang terjadi, para calon telah sering muncul di televisi, radio, dan media cetak, tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga di daerah. Hampir setiap minggu muncul iklan. Contohnya, iklan Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla muncul di koran Lombok Post yang terbit di Mataram.

Menurut Ali Masykur, yang hari ini (15/5) berada di Mataram, selaku anggota Pansus DPR RI yang menyiapkan UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, dirinya tidak menyalahkan pasangan calon karena iklan itu sebagai konsekuensi sosialisasi pasangan yang ada. Tetapi yang disesalkan adalah KPU-nya yang tidak membuat rambu-rambu, penjadwalan yang ketat, sehingga para kandidat bersama tim suksesnya bisa dibatasi.

Secara terpisah, Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum Valina Singka Subekti mengakui bahwa di dalam UU Nomor 23 disebutkan mulainya kampanye resmi pemilihan presiden dilakukan terhitung 1 Juni selama sebulan.

Menurut Valina, dalam iklan tersebut ada dua hal. Pertama yang dilakukan para pasangan calon memperkenalkan siapa mereka, visi, misi dan programnya. Menurutnya, informasi yang berkaitan dengan hal tersebut sebenarnya masyarakat diuntungkan. Semakin banyak informasi dari calon, masyarakat nantinya dapat memberikan penilaian lebih baik kepada para calon. Dalam hal ini calon dan masyarakat diuntungkan.

Kedua, yang tidak boleh dilakukan, yaitu mengajak masyarakat memilih mereka. "Sebenarnya kita belum masuk masa kampanye. Tapi kalau menyampaikan visi-misi kita biarkan karena memang belum masuk masa kampanye,’’ ucapnya.

Namun ia juga menegaskan bahwa untuk melakukan kontrol adalah tugas dari Panwaslu. Karena belum resmi sebagai pasangan calon, secara etis dan moral iklan bisa dilakukan.

Supriyantho Khafid - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gus Dur Akan Tuntut KPU ke Pengadilan
Partai Demokrat Optimis SBY–Kalla Lolos Putaran Pertama
PKB Akan Lengkapi Persyaratan KPU
Hasyim Muzadi Datangi Pesantren Lirboyo
KPU Menolak Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
Warga NU Yogya Datangi Makam KH Ali Ma'sum
Agum Akan Temui Megawati Soal Pengunduran Diri
Capres Diminta Umumkan Platform Ekonomi
Muladi: Megawati dan Wiranto Lolos ke Putaran Kedua
Gus Solah Berjanji Mundur Jika Gagal
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Agum Gumelar
Perkiraan Peta Dukungan Calon Presiden
Perolehan Kursi Partai di DPR
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
UU RI No.12 Thn.2003 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, Dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
Partai Demokrat
Departemen Dalam Negeri
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data