Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Kasus Penembakan di Manggarai Segera Disidangkan
Rabu, 12 Mei 2004 | 14:39 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Komisi Disiplin Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) akan segera menggelar sidang profesi dan pengamanan terhadap empat perwira dan 19 bintara polisi yang diduga terlibat dalam kasus penembakan yang menewaskan enam orang petani kopi asal Colol, Kecamatan Pocoranaka, Kabupaten Manggarai, 10 Maret lalu.

Persidangan itu direncanakan berlangsung di Kupang pekan ini. Kepala Dinas Penerangan Polda NTT, Komisaris Pol. Butje Helong, yang dihubungi di Mapolda NTT mengatakan, satu dari empat perwira yang akan disidangkan, yakni mantan Kapolres Manggarai Ajun Komisaris Besar Pol. Boni Tompoi.

"Semua berkas dakwaan sudah disiapkan dan akan segera digelar persidangan minggu ini," kata Butje. Menurutnya, empat perwira yang akan diperiksa diduga terlibat dalam insiden berdarah tersebut, karena pada saat kejadian mereka menjabat beberapa pos penting di jajaran Polres Manggarai. Sementara 19 bintara adalah anggota polisi yang bertugas saat penyerangan Mapolres Manggarai.

"Dalam persidangan apabila terbukti empat perwira dan 19 bintara tersebut terlibat dalam penembakan yang menewaskan enam warga sipil dan mencederai 28 lainnya maka Komisi Disiplin langsung memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," katanya.

Sidang Komisi direncanakan dipimpin Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Provost Polda NTT Ajun Komisaris Besar Pol. Bagus Wardhono dibantu beberapa perwira polisi.

Kasus Manggarai merupakan puncak dari akumulasi kekecawaan warga terhadap tindakan Bupati Anton Bagul Dagur yang melakukan pembabatan sepihak terhadap ribuan hektare tanaman kopi milik warga Colol. Warga yang kebetulan berada di lokasi, diculik dan dimasukkan ke dalam tahanan.

Sehari kemudian, sekitar 400 warga mendatangi Mapolres untuk menanyakan keberadaan tujuh warga yang diculik sebelumnya. Namun kehadiran mereka disambut dengan tembakan yang menewaskan enam warga sipil dan mencederai 28 lainnya.

Jem's de Fortuna - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lagi, Enam Polisi Divonis Bersalah
Empat Polisi Tersangka UMI Divonis Bersalah
Kapolda Bali Ajak Mahasiswa Dialog
Massa MMI Desak Kapolri Mundur
Komnas HAM Segera Bentuk Tim Investigasi Insiden UMI
Massa Berunjuk Rasa di Depan Mabes Polri
Mahasiswa Unjuk Rasa, Polisi "Menghilang"
Asap Hitam Kepung Kota Makassar
Demo Solidaritas Mahasiswa di Palembang
Mahasiswa Unhalu Gelar Aksi Sweeping
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah Bentrokan Mahasiswa UMI vs Aparat Keamanan
Kronologi Penyerbuan ke Kampus UMI

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data