|
Nusa Tenggara Timur
UNSECOORD Evaluasi Keamanan di Timor Barat
Rabu, 12 Mei 2004 | 14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Tim United Nations Security Coordination (UNSECOORD) dipastikan tiba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (13/5), untuk melakukan penilaian khusus terhadap kondisi keamanan di Timor Barat.
Hasil penilaian tim yang beranggotakan lima personel PBB ini akan direkomendasikan kepada Dewan Keamanan dan Sekjen PBB untuk meninjau kembali pemberlakuan status Siaga V di Timor Barat, yang telah diberlakukan sejak September 1999 lalu.
Juru bicara Pemerintah NTT, Umbu Sada Anakaka, yang dihubungi di Kupang, memastikan Tim UNSECOORD akan melakukan evaluasi keamanan di empat kabupaten di Timor Barat, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan dan Belu.
"Tim juga akan mengunjungi kamp-kamp pengungsi dan melakukan peninjauan di wilayah perbatasan Kabupaten Belu," kata Anakaka. "Mudah-mudahan hasil rekomendasi yang dilaporkan kepada Dewan Keamanan dan Sekjen PBB dapat mengurangi atau mencabut status Siaga V yang masih berlaku di Timor Barat."
Delegasi PBB akan berada di Timor Barat selama lima hari, yakni 13-17 Mei 2004. Sesuai jadwal, tim akan melakukan pertemuan dengan Gubernur NTT Piet A. Tallo, Kapolda NTT Brigjen Pol. Edward Aritonang, dan Danrem 161 Wirasakti Kupang Kol. Inf. Moeswarno Moesanip.
Tim juga akan melihat langsung kondisi keamanan di perbatasan kedua negara dan berdialog dengan para Dandim, Kapolres, dan Muspida di empat kabupaten di Timor Barat. Penetapan status Siaga V diberlakukan di Timor Barat melalui Resolusi DK PBB Nomor 1319 tanggal 8 September 2000 atau selang dua hari setelah tiga staf Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) tewas dibunuh oleh pengungsi Timtim di Atambua, Kabupaten Belu, 6 September 2000 lalu.
Delegasi UNSECOORD yang akan mengevaluasi keamanan di Timor Barat, yakni David Mackney (UNHCR), Annete Lei Jenaar (UNSECOORD), Graham Memburty (UNSECOORD), Savita Handle (UN Deputy Field Security Office) dan Martyn Ronberg (UN Deputy Field Security Office).
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB pernah mengirimkan tim untuk mengevaluasi keamanan di Timor Barat pada 14 November 2000 lalu. Tim tersebut dipimpin Duta Besar Namibia untuk Dewan Keamanan PBB, Martin Anjaba.
Jem's de Fortuna - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|