Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Barat

Wabah Diare di Sumbawa Meluas
Sabtu, 08 Mei 2004 | 11:54 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:Wabah muntah berak (diare) yang awalnya hanya terjadi di satu desa Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada satu pekan ini, kini meluas dan merembet ke tiga kecamatan. Tim dari Dinas Kesehatan Sumbawa dan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, kabarnya kewalahan dengan terbatasnya cadangan kaporit dan oralit.

Wabah muntaber disebabkan tingginya kandungan bakteri ecoli dari air tanah ini, sebelumnya menyerang 62 warga di tiga dusun, Dusun Maja, Dusun Malalo, dan Dusun Ongko, Desa Ongko Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.

Dalam dua tiga hari ini wabah telah menjalar ke kecamatan lainnya, yaitu di Kecamatan Tarano, Kecamatan Empang, Kecamatan Labangka dan Kecamatan Plampang. Kecamatan Plampang adalah lokasi pertama yang warganya diketemukan terjangkit diare dengan total penderita sebanyak 163 orang.

Meluasnya kasus muntaber ini diperkirakan karena warga yang rata-rata berpenghidupan dari petani dan sebagaian nelayan ini kurang pengetahuannya kondisi air tanah. Apalagi, daerah seperti Empang sebagian air tanahnya payau. Selain itu kondisi air minum yang berasal dari air sumur dan air waduk diketahui tidak memenuhi syarat kesehatan ketika dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Data di Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyebutkan, kondisi air tanah dengan bakteri ecoli tinggi diperparah dengan kebiasaan warga yang kerap minum air tanah dalam keadaan tidak dimasak. Sementara, drop untuk air bersih juga hanya diterima sebagian masyarakat. Aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hanya dinikmati segelintir warga di empat kecamatan tersebut.

Atas kasus itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa telah mengupayakan pengiriman air bersih yang didrop ke empat kecamatan tersebut. Selain itu juga pengiriman kaporit dan oralit. Namun, untuk pengiriman yang terakhir ini, masih ada kendala karena stok kaporit dan oralit yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi NTB terbatas. "Harus dibagi rata, karena stoknya terbatas," tegas seorang staf di Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

Saat ini para penderita muntaber itu dirawat di Puskemas Plampang, dan juga sebagian telah dirujuk ke RSU Sumbawa. Mereka yang dirujuk karena mengalami dehidrasi akibat banyaknya cairan yang keluar dari tubuh penderita.

Sementara itu, dr. Mohammad Ismail, Kepala Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Dinas Kesehatan
Provinsi NTB, mengatakan untuk mengatasi kasus diare ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. Dia menyebutkan, tim yang diturunkan ke lapangan waktunya diperpanjang karena kasus diare ini menyebar di beberapa kecamatan.

"Akan terus kita upayakan agar drop untuk oralit dan kaporit bisa lancar ke masyarakat," papar Ismail, yang ditemui dalam suatu acara seminar tentang hepatitis di Mataram, Sabtu (8/5) siang.

Atas kejadian ini, Ismail juga membantah bahwa dalam kasus diare ini, ada korban meninggal dunia. "Tidak ada korban meninggal akibat diare. Yang betul, ada korban meninggal, tapi karena penyakit jantung," ujarnya dengan nada tinggi.

Dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, kasus ini sudah masuk kategori kejadian luar biasa yang pertama terjadi di NTB dalam tahun ini dan diperkirakan trendnya akan meningkat pada Mei ini sampai musim kering tiba.

Sujatmiko - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Malpraktek Dokter Kasus HIV/AIDS
Tiga Provinsi Dilaporkan Terjangkit Flu Burung
Ratusan Karyawan RSCM Unjuk Rasa
KPU dan IDI Akan Tes Kesehatan Capres dan Cawapres
Juli, Pemerintah Vaksin 300 Juta Unggas
Kasus Demam Berdarah di Papua Bertambah
Menteri Kesehatan Kunjungi Pasien Demam Berdarah
Menteri Minta Warga Tetap Waspadai Demam Berdarah
Masyarakat Diminta Waspadai Penyakit Tipus
Demam Berdarah Berakhir Mei-Juni
> selengkapnya...


Referensi

Tetanus
Rabies
Malaria
UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1331/ Menkes / SK / X / 2002. Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.167 / KAB / B.V I I I / 1972. Tentang Pedagang Eceran Obat
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk02 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data