Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lingkungan

Newmont Bantah Laporan Nelayan Lombok Timur
Jum'at, 07 Mei 2004 | 21:25 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram: Penurunan hasil tangkapan ikan nelayan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ada kaitannya dengan penempatan tailing tambang PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) di bawah laut Teluk Senunu -pantai selatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Demikian dikatakan Kasan Mulyono, Manajer Public Relations PT. NNT di Mataram, Jumat (7/5).

Menurut Kasan, penurunan hasil tangkapan ikan para nelayan memang terjadi secara nasional yang disebabkan penangkapan ikan berlebihan serta penggunaan bom dan racun. Sehingga pengaduan nelayan Lombok Timur kepada Wakil Gubernur NTB, Thamrin Rayes dianggap tidak benar. "Terdapat bukti nyata penangkapan ikan menurun secara umum yang bukan disebabkan tailing PT NNT," kata Kasan.

Tudingan terhadap tailing PT. NNT, kata Kasan, sudah berulang kali datang dari berbagai lembaga swadaya masyarakat di Lombok Timur sejak 1999, mulai sebelum beroperasinya proyek tambang Batu Hijau di Kecamatan Jereweh Sumbawa Barat. "Ada banyak kesalah-pamahan tentang sistem penempatan tailing PT NNT yang jarak penempatannya itu 50 kilometer di selatan Tanjung Luar Lombok Timur," katanya. Bahkan berdasarkan pantauan bersama dengan LIPI, menunjukkan, tailing PT. NNT terbatas di Ngarai Senunu, menurun di kedalaman 3000-4000 meter, jauh di bawah daerah yang ditinggali oleh ikan komersial. Pantauan bersama dengan Bapedalda (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) NTB dan tim independen NTB juga menunjukkan, tidak ada pencemaran logam berat dalam larutan air.

"Kedua penelitian itu menunjukkan, mutu air laut saat ini lebih baik daripada yang dipersyaratkan oleh Standar Konservasi Taman Laut," kata Kasan. PT NNT pun mengklaim, tailing-nya yang tidak berbahaya dan beracun itu serupa dengan lumpur di dasar laut. "Kesimpulan LIPI berdasarkan studi independen toksisitas tailing PT NNT terhadap ikan komersial menyatakan, walau dalam wujud belum terlarut dalam air laut, tailing tidak memiliki dampak racun terhadap spesies ikan komersial," kata Kasan lagi.

Walau demikian, Kasan berharap adanya penelitian untuk menentukan penyebab penurunan hasil tangkapan ikan di Lombok Timur itu. "Tentunya juga merancang program bantuan untuk peningkatan pendapatan dan perbaikan cara penangkapan ikan nelayan," kata Kasan.

Supriyantho Khafid - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

82 Persen Terumbu Karang Indonesia Terancam Rusak
Koalisi LSM Somasi Newmont Minahasa Raya
20 Persen Angkutan di Jakarta Tidak Layak Baku Mutu Emisi
Tiga Pulau di Teluk Banten Terancam Tenggelam
Masyarakat Pesisir Indramayu Tuntut Pertamina Balongan
Kerugian Akibat Perpu Tambang Rp 46,4 Triliun,
INCO Akan ke Arbitrase Internasional Bila Tak Dapat Ijin
INCO Kaji Upaya Pemisahan Saham
2004, Target Produksi INCO 160 Juta Pon
Krakatau Steel Optimis Penuhi Kebutuhan Baja Dalam Negeri
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 75 Tahun 2001 Tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 32 Tahun 1967 Tentang Pelaksanaan UU No. 11 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan

Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data