|
Nusa Tenggara Barat
Pemda Diminta Bantu Dua Kapal Patroli
Jum'at, 30 April 2004 | 16:07 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Komandan Pangkalan Utama AL (Lantamal) III Surabaya Laksamana Pertama Achmad Ichsan meminta semua pemerintah di daerah membantu penyediaan dua buah kapal patroli terbatas untuk pengamanan laut di daerahnya.
Kapal tipe KAL 36 dan KAL 40 sangat diperlukan untuk melengkapi kapal patroli yang sudah dimiliki masing-masing Pangkalan AL (Lanal) mulai dari Tegal hingga Kupang.
Kebutuhan tambahan kapal patroli tersebut disampaikan di Mataram, sewaktu serah terima jabatan Komandan Lanal Mataram dari Kolonel Laut (P) Dadang Sobar Wirasuta kepada Letkol Laut (P) R Edy Suryanto, Jumat (30/4). Sehari sebelumnya, Achmad Ichsan sudah mengutarakannya kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata yang ditemui di ruang kerjanya.
Khusus di wilayah NTB ketersediaan kapal patroli tersebut juga sangat dibutuhkan mengawasi adanya 137 pulau, bahkan hingga lebih 145 pulau yang sebagian besar tidak dihuni. "Dikawatirkan pulau-pulau tersebut rawan tindakan transit ilegal," ujarnya. Kapal tersebut selain mendukung operasi keamanan laut juga bisa digunakan keperluan dinas pejabat pemda.
Selama ini Lantamal III Surabaya memberlakukan patroli keliling secara terjadwal. Sedangkan keseluruhan kapal yang dimiliki Lanal se-Lantamal III sebanyak lebih dari 22 kapal. Adapun luas wilayahnya mencapai seperlima Indonesia.
Beberapa waktu lalu, ada temuan dua roket cahaya yang masih utuh mengapung di Selat Alas yang memisahkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. "Ini indikasi adanya kehadiran kekuatan melalui laut di wilayah kita," ucapnya.
Menurut Ichsan, Lanal Mataram senantiasa akan dihadapkan pada kondisi berbagai masalah pertahanan, pembinaan potensi matra, maupun penegakan hukum dan kedaulatan. Hal tersebut dimungkinan karena letak geografisnya berhadapan langsung dengan alur kepulauan laut ke-2 yang menjadi alur pelayaran yang digunakan dalam dunia pelayaran nasional dan internasional.
Di sisi lain, kedudukan Lanal Mataram menjadi semakin penting karena berada di daerah yang spesifik menjadi tujuan wisata internasional. Untuk itu diperlukan dukungan pangkalan yang mampu mengangkat dan mengantisipasi serta menghadapi kemungkinan dampak yang timbul terhadap bahaya yang timbul terhadap lingkungan yang strategis yang berkembang dan berubah secara cepat.
Supriyantho Khafid - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|