Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Batas RI dan Timor Leste Belum Disepakati
16 April 2004

TEMPO Interaktif, Kupang:Batas negara antara Indonesia dan Timor Leste belum disepakati. Molornya pembahasan dan penetapan batas kedua negara ini disebabkan karena kedua negara masih melakukan kajian dan pendalaman terhadap batas tradisional yang selama ini dijadikan batas sementara.

Asisten Tata Pemerintahan (Setda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Djidon de Haan mengatakan delegasi perundingan Indonesia dan Timor Leste pernah melakukan pertemuan terbatas dan membahas rencana pemetaan perbatasan. Namun belum sampai pada tingkat kesepakatan karena masih terjadi perbedaan pemahaman dibeberapa titik
perbatasan.

"Karena belum ada kesepakatan maka untuk sementara,
kita masih berpatokan pada batas tradisional yang pernah
disepakati oleh pemerintah Purtugal dan pemerintah Hindia Belanda, kata Djidon pada Tempo News Room, Jumat (16/4).

Menurutnya, selain menggunakan batas peninggalan koloni barat, pemerintah Indonesia sementara berpatokan pada batas yang pernah dibuat oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemataan Nasional (Bakorstanal) sewaktu Timtim masih menjadi provinsi ke-27 Indonesia.

Beberapa pertemuan terbatas yang pernah digelar antara
lain pertemuan antara Delegasi Pemerintah Transitional
Persatuan Bangsa Bangsa atau United Nation Trantisional in East Timor (UNTAET) Indonesia di Denpasar. Kemudian dilanjutkan dengan survey lapangan di wilayah perbatasan.

Namun, sejak pemerintahan defenitif Timor Leste dibawah presiden Xanana Gusmau dibentuk tahun 2002 lalu, masalah perbatasan kedua negara kembali mengalami kemunduran setelah Timor Leste mengklaim Pulau Batek sebagai bagian dari negaranya.

Panjang garis perbatasan antara Timor Leste dan Indonesia kurang lebih 279 kilometer meliputi 710 titik di Kabupaten Belu, 3 titik di Kabupaten Kupang dan 5 titik di kabupaten Timor Tengah Utara. "Rencananya, kedua negara setelah melakukan verifikasi maka dilanjutkan dengan pemasangan pilar dan pengukuran posisi perbatasan masing-masing," kata Djidon.


Jem's de Fortuna - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

PBB Perpanjang Misi di Timor Leste
Danrem Sambut Perpanjangan Misi UNPKF
Xanana Siap Bahas Celah Timor dengan RI
Ratusan Mahasiswa Timor Leste Terancam Terkena Sanksi Imigrasi
Kelompok Oposisi Timor Leste Menyusup ke Timor Barat

 
Berita nusatenggara Lainnya

Golkar Unggul Sementara di Delapan Kabupaten di NTT
(Kamis, 22/04/2004 | 14:29 WIB)
Kantor Bupati Sumbawa Terbakar
(Minggu, 18/04/2004 | 13:24 WIB)
Kota Mataram Diguncang Gempa
(Sabtu, 17/04/2004 | 11:12 WIB)
Golkar NTB Tetap Dukung Jusuf Kalla Jadi Capres
(Jum'at, 16/04/2004 | 16:02 WIB)
Batas RI dan Timor Leste Belum Disepakati
(Jum'at, 16/04/2004 | 15:35 WIB)
Korban Manggarai Praperadilankan Mantan Kapolres
(Rabu, 14/04/2004 | 16:07 WIB)
KPU NTB: Batas Akhir Pemilu Susulan, Besok
(Kamis, 08/04/2004 | 14:54 WIB)
27 TPS di Nusa Tenggara Timur Gelar Pemilu Susulan
(Selasa, 06/04/2004 | 15:25 WIB)
Pemilu di Kota Kupang Bermasalah
(Senin, 05/04/2004 | 12:25 WIB)
Gula Kasar Ditahan di Pulau Lembar, Mataram
(Minggu, 04/04/2004 | 21:30 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data