Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa Tenggara Timur

Korban Manggarai Praperadilankan Mantan Kapolres
14 April 2004

TEMPO Interaktif, Kupang:Empat perempuan dari tujuh warga Colol, Kecamatan Pocoranaka, yang menjadi korban penculikan aparat kepolisian 9 Maret lalu, mempraperadilankan mantan Kapolres Manggarai Ajun Komisaris Besar Pol. Boni Tompoi di PN Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proses peradilan terhadap bekas Kapolres ini dilakukan berkaitan dengan perlakuan anggota Polres Manggarai saat penculikan yang dinilai tidak manusiawi dan jauh dari etika kemanusiaan.

Para korban penculikan menuntut Tompoi dan Bupati Manggarai Anthon Bagul Dagur segera diadili sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kasus penculikan dan penembakan yang menewaskan enam warga Colol saat melakukan aksi damai di Mapolres Manggarai, 10 Maret lalu.

Mereka juga mendesak agar kepolisian segera menghentikan proses pengadilan dan membebaskan 28 korban penembakan yang kini dijadikan tersangka oleh aparat kepolisian.

Kepastian praperadilan ini disampaikan para aktivis LSM yang memberikan advokasi kepada petani kopi korban penindasan Pemkab Manggarai saat melakukan jumpa pers di Kupang, Rabu (14/4).

Tujuh LSM tersebut yakni Rumah Perempuan SSp Kupang, Jaringan Kesehatan Perempuan Indonesia Timur (JKPIT), Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Kupang (KKP-KAK), Yaprita Kupang, KSAPP Kupang, dan Centre Idra Service GAMKI-GMKI Kupang.

Menurut Koordinator KKP-KAK, Romo Leo Mali, empat dari tujuh warga yang diculik adalah perempuan yang berprofesi sebagai petani, namun tidak punya keterkaitan dengan masalah pembabatan kopi yang dilakukan Pemkab Manggarai.

"Mereka diculik saat menggali keladi untuk konsumsi rumah tangga karena tanaman kopi yang menjadi sumber penghidupan mereka sudah dibabat habis," kata Romo Leo.

Warga yang mengetahui penculikan tersebut kemudian mendatangi Mapolres untuk menanyakan keberadaan tujuh saudara mereka yang diculik sebelumnya. Namun, kehadiran mereka disambut dengan tembakan brutal hingga menewaskan enam orang dan mencederai 28 lainnya.

Jem's de Fortuna - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bocah Diculik di Pariaman, Dibuang di Cilandak
Penculik Warga Indonesia di Malaysia terkait Abu Sayyaf
Tiga WNI Diculik di Malaysia
Dua Ustadz FPI Diculik
Ketua PDIP Ngawi Lima Kali Dipindah Penculik

 
Berita nusatenggara Lainnya

Golkar Unggul Sementara di Delapan Kabupaten di NTT
(Kamis, 22/04/2004 | 14:29 WIB)
Kantor Bupati Sumbawa Terbakar
(Minggu, 18/04/2004 | 13:24 WIB)
Kota Mataram Diguncang Gempa
(Sabtu, 17/04/2004 | 11:12 WIB)
Golkar NTB Tetap Dukung Jusuf Kalla Jadi Capres
(Jum'at, 16/04/2004 | 16:02 WIB)
Batas RI dan Timor Leste Belum Disepakati
(Jum'at, 16/04/2004 | 15:35 WIB)
Korban Manggarai Praperadilankan Mantan Kapolres
(Rabu, 14/04/2004 | 16:07 WIB)
KPU NTB: Batas Akhir Pemilu Susulan, Besok
(Kamis, 08/04/2004 | 14:54 WIB)
27 TPS di Nusa Tenggara Timur Gelar Pemilu Susulan
(Selasa, 06/04/2004 | 15:25 WIB)
Pemilu di Kota Kupang Bermasalah
(Senin, 05/04/2004 | 12:25 WIB)
Gula Kasar Ditahan di Pulau Lembar, Mataram
(Minggu, 04/04/2004 | 21:30 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data