|
Nusa Tenggara Barat
RSU Mataram Kembali Rawat Pasien AIDS
23 Maret 2004
TEMPO Interaktif, Mataram:Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram, Nusa Tenggara Barat, merawat seorang pasien AIDS. Pasien berinisial Irw, 28 tahun, yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir taksi di Mataram ini, dirawat di ruang isolasi flamboyan, lantai dua.
Menurut Direktur RSU Mataram, dr Soesbandoro SpOg, pasien Irw masuk ke RSU lewat instalasi rawat darurat (IRD) pada Kamis (18/3). Awalnya belum diketahui penyakit yang diderita pria berkulit sawo matang itu. Baru setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pasien tersebut terinfeksi AIDS. "Awalnya kita telah curiga dengan penyakit pasien," tegasnya di Mataram, Selasa (23/3) pagi.
Ketika masuk di IRD, kondisi pasien telah lemah. Panas tubuhnya tinggi, mencret-mencret, dan pada mulutnya telah penuh dengan jamur. Akibatnya beberapa hari ini pasien tersebut tidak bisa makan dengan baik dan berat badannya terus melorot.
Pasien Irw masih terlihat dirawat di ruang isolasi flamboyan. Keluarganya nampak menunggu di luar ruangan. Ruang flamboyan sebelumnya disiapkan untuk pasien yang terinfeksi SARS.
Dari hasil pemeriksaan para dokter menyebutkan Irw terkena virus yang melemahkan kekebalan tubuh itu, melalui suntikan narkoba. Di tangannya ditemukan beberapa bekas suntikan. "Kemungkinan penyebabnya karena itu," tegasnya.
Dengan terdeteksinya satu pasien itu, kini jumlah penderita human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) di NTB yang terdeteksi sebanyak 13 orang, dengan rincian tujuh orang terinfeksi HIV dan enam orang terinfeksi AIDS. Dari enam orang tersebut, dua orang asal Mataram telah meninggal dunia, dua orang turis, seorang asal Jerman, telah dideportasi, dan sisanya dua orang berada di Mataram.
Korban AIDS meninggal terakhir berinisial I Gst, 21 tahun, yang meninggal di RSU Mataram, awal bulan Februari lalu. Korban yang meninggal dunia tersebut oleh keluarganya dibakar.
Sujatmiko - Tempo News Room
|